Penutupan Jalan Utama, Waktu Tempuh Trans Semarang Bertambah

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Penutupan sejumlah ruas jalan utama di Kota Semarang, karena proses perbaikan, berimbas pada pengalihan rute bus BRT Trans Semarang. Saat ini ada dua penutupan, yakni di kawasan Bubabakan Kota Lama dan Jalan Siliwangi Semarang.

“Kita sudah melakukan antisipasi, terkait penutupan sejumlah ruas jalan utama akibat ada pembangunan atau perbaikan jalan. Apalagi proses tersebut, memakan waktu yang cukup lama hingga tiga bulan,” papar Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan di Semarang, Kamis (27/8/2020).

Dipaparkan, dari dua penutupan jalan utama tersebut, perbaikan di Jalan Siliwangi yang berimbas cukup besar, sebab Koridor I jurusan Terminal Mangkang – Terminal Penggaron harus dilakukan pemutusan rute.

“Lalu lintas sebenarnya dialihkan melalui Jalan Subali Raya, namun rata-rata armada bus untuk koridor I ini cukup besar, sehingga jika dipaksakan lewat jalan alternatif yang dipersiapkan, tidak mencukupi,” terangnya.

Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan saat ditemui di Semarang, Kamis (27/8/2020). -Foto Arixc Ardana

Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk koridor I dari Terminal Mangkang hanya akan melayani hingga titik halte depan Taman Lele. Kemudian armada akan putar balik di RSUD Tugurejo. Sementara, armada koridor I dari Terminal Penggaron , hanya sampai di Pasar Karangayu  dengan berputar balik di wilayah Kalibanteng.

“Namun meski terputus, masyarakat tidak perlu khawatir, karena kita tetap menyediakan  feeder I, yang akan memfasilitasi penumpang untuk berpindah bus Trans Semarang dari Taman Lele ke Pasar Karangayu dan sebaliknya,” tambahnya.

Perubahan tersebut, juga berdampak pada rute pelayanan feeder I yang selama ini melayani rute PRPP – Ngaliyan, dengan titik keberangkatan di Kacamatan Ngaliyan. “Karena digunakan sebagai penyambung Trans Semarang Koridor I , maka titik keberangkatan feeder I diubah, berpindah lokasi di Taman Lele,” tambah Hendrix.

Menurutnya, penumpang koridor I cukup banyak sehingga pihaknya menyiapkan 16 armada feeder dari titik keberangkatan Taman Lele. “Penumpang juga tidak perlu khawatir, mereka yang berpindah dari Trans Semarang ke armada feeder, atau sebaliknya, tidak perlu membayar lagi,” tandasnya.

Sementara, terkait penutupan wilayah Bubakan Semarang, berimbas pada rute Trans Semarang Koridor II Terboyo – Sisemut, III Pelabuhan – Elizabeth, IV Tawang – Cangkiran, dan VII Terboyo – USM- Balaikota.

“Pengalihan dilakukan dengan melewati Jalan Widoharjo, Jalan Kartini, Jalan MT Haryono, kembali ke rute awal Jalan Agus Salim dan seterusnya. Meski tidak ada kendala, terkait armada yang kita gunakan, namun dengan adanya pengalihan rute, waktu dan jarak tempuh akan bertambah,” terangnya.

Imbasnya, waktu kedatangan atau keberangkatan Trans Semarang di koridor tersebut juga akan menyesuaikan. “Untuk itu, kami mohon agar penumpang Trans Semarang bisa memakluminya. Penumpang yang akan naik, bisa menuju halte terdekat dari lokasi penutupan seperti Halte Agus Salim di Semarang Plaza maupun Halte Raden Patah,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang penumpang Siti Zubaedah, mengaku bisa memaklumi jika terjadi keterlambatan kedatangan bus Trans Semarang, terkait adanya perbaikan jalan hingga mengakibatkan perubahan rute.

“Masih bisa memaklumi, karena ini disebabkan dari sektor luar armada. Bukan karena armadanya sedikit atau suka telat, namun karena ada perbaikan jalan,” terangnya.

Disatu sisi, pihaknya juga berharap, perbaikan jalan bisa segera diselesaikan secepatnya, syukur sebelum batas waktu yang ditentukan, sehingga rute dan layanan transportasi bisa kembali seperti sedia kala.

Lihat juga...