Penyaluran Dana PEN di Sulteng Mencapai Rp723,04 Miliar

Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar, memaparkan realisasi penyaluran dana PEN DI Sultsng dalam Web- Seminar (Webinar) bertajuk "Menatap Pelemahan Ekonomi Dampak COVID-19 di Sulteng" yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng di Kota Palu, Selasa (11/8/2020) – Foto Ant

PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Juli, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Sulawesi Tengah senilai Rp723,04 miliar.

Penyaluran dilakukan dalam bentuk kredit kepada debitur yang terdampak COVID-19. Dengan rincian Bank Mandiri Rp100,14 miliar, yang disalurkan kepada dua segmen yaitu Kredit mikro Rp38,63 miliar dan Small Medium Enterprise (SME) sebesar Rp61,51 miliar.

Kemudian, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp455,22 miliar bagi debitur yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bank Negara Indonesia (BNI) Rp93,80 miliar yang disalurkan kepada dua segmen yakni Kredit Bisnis Banking Rp60,36 miliar dan Kredit Konsumer sebesar Rp33,45 miliar. Dan Bank Tabungan Negara (BTN) senilai Rp73,88 miliar.

OJK Sulteng selalu memantau realisasi penyaluran dana penempatan milik pemerintah lewat program PEN tersebut, dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. “Serta terus mengawasi implementasi kebijakan Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020, tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19 untuk melaksanakan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak COVID-19 di Sulteng,” ujar Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar, di Palu, Rabu (12/8/2020).

Gamal menyebut, pihaknya tidak ingin dana PEN mengalir kepada debitur yang tidak berhak menerima dana dalam bentuk kredit tersebut. Olehnya karenanya, OJK terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan himbara di wilayah Sulteng yang bertugas menyalurkan dana itu.

Gamal berharap, program itu berhasil mengeluarkan para penerima yang merupakan pelaku UMKM terdampak COVID-19 di Sulteng dari jurang kebangkrutan. Dan usaha yang telah mereka rintis dapat tetap hidup dan berkembang di tengah dan pasca pandemi COVID-19. (Ant)

Lihat juga...