Penyebaran Virus Covid-19 di Sumbar Ancam Perkantoran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Kasus positif Covid-19 kembali tercatat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, setelah sekian lama dinyatakan zona hijau Covid-19. Setidaknya hari ini Jumat (7/8) ada sebanyak 23 orang warga Pesisir Selatan yang harus manjalani karantina di Rusunawa Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, Pesisir Selatan Rinaldi, mengatakan, 23 warga yang menjalani karantina itu merupakan warga yang berdomisili Kecamatan Sutera. Mereka merupakan hasil tracking kontak erat dengan salah seorang pasien terkonfirmasi positif klaster Bank Nagari Padang, yang berasal dari Kecamatan Sutera.

Pasien tersebut dinyatakan positif pada tanggal 2 Agustus 2020 lalu, dan tercatat sebagai kasus positif Kota Padang. Namun dalam menjalani karantina, dilakukan di Pesisir Selatan.

“Kini pasien yang positif klaster Bank Nagari Padang ini, sudah menjalani karantina BPSDM Padang Besi,” katanya.

Ditambahkan lagi bahwa kontak erat 23 warga Sutera dengan pasien tersebut terjadi saat pasien pulang kampung sekitar tanggal 30 dan 31 Juli lalu. Saat ini dijelaskan Rinaldi bahwa Dinas Kesehatan Pesisir Selatan bersama jajaran telah melakukan tracking.

“Dari tracking diperoleh 39 orang kontak erat. Dari 39 orang itu sebanyak 24 orang diantaranya sudah dilakukan pengambilan swabnya Kamis (6/8) kemarin,” ujar dia.

Menurutnya, karantina itu dilakukan sembari menunggu hasil swab keluar. Bila nanti hasil swab negatif, maka diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebab tujuan melakukan isolasi itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, kepada banyak orang.

Dengan adanya kasus baru Covid-19 itu, Rinaldi menjelaskan, bahwa hingga saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah Pesisir Selatan tercatat sebanyak 19 orang.

“Dari jumlah itu sebanyak 17 orang dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan satu orang lagi dirawat isolasi mandiri sebagaimana saya jelaskan tadi,” sebutnya.

Sementara itu melihat situasi secara seluruh daerah di Sumatera Barat, Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Sumatera Barat, Jasman Rizal, menjelaskan, hingga siang ini, angka positif Covid-19 di Sumatera Barat melonjak tajam. Laporan sementara angka pasien positif bertambah 47 orang. Angka ini paling tinggi selama wabah melanda Ranah Minang.

“Kasus positif hari ini, statusnya banyak tanpa gejala atau ringan,” ujar dia.

Dikatakannya, penambahan angka positif Covid-19 hari ini, 3,3 persen dari total kasus. Artinya masih di bawah standar WHO yang 5%. Penambahan kasus sangat terkait dengan pergerakan orang, khususnya dari luar provinsi.

Laporan sementara hasil dari sampel spesimen terperiksa sebanyak 1.421 sampel (Lab Fakultas Kedokteran UNAND 1.394 spesimen dan Lab Veterenir Baso Agam 17 spesimen), ditemukan 47 sampel terkonfirmasi positif (3,3%), sembuh 9 orang.

Menurutnya, pertambahan positif tersebut berasal dari kiriman sampel dari berbagai fasilitas kesehatan Kota Padang, terkonfirmasi positif sebanyak 41 orang.

Kiriman sampel dari Pesisir Selatan terkonfirmasi positif 2 orang. Sampel warga Kabupaten Padang Pariaman 2 orang. Sampel dari Kabupaten Agam 1 orang. Sampel dari Kota Sawahlunto 1 orang.

“Jadi total sementara kasus konfirmasi positif di Sumatera Barat sampai hari 1.085 orang. Sembuh 796 orang (73,36%), meninggal dunia 34 orang (3,13%), dirawat, isolasi 255 orang (23,50%). Untuk keterangan lebih rinci dan jika ada perkembangan dan penyesuaian data lebih lanjut, nanti sore kami perbaiki dan umumkan di website resmi Pemprov Sumbar,” tegasnya.

Lihat juga...