Perdagangan Dunia 2020 Diperkirakan Turun Drastis 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajat Kuncoro, mengatakan, tren perdagangan dunia sudah mulai menurun pada 2019, karena adanya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina, juga penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Apalagi, adanya pandemi Covid-19, dipastikan tren perdagangan dunia akan menurun dratis. 

“Perdagangan dunia diperkirakan akan merosot 13 persen-32 persen pada 2020, karena pandemi Covid-19,” kata Drajat pada diskusi INDEF bertajuk ‘Mungkinkah Investasi dan Perdagangan di Tengah Resesi?’, yang digelar virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, penurunan tren perdagangan ini yang terbesar di dunia, dan harus menjadi kewaspadaan bagi semua negara.

“Penurunan ini yang terbesar dalam sejarah dunia. Jadi, ini tidak main-main. Artinya, seluruh dunia akan mengalami resesi akibat tren perdagangan merosot 13 persen-32 persen,” tukas ekonom ini.

Tren penurunan perdagang akibat pandemi Covid-19, menurutnya sangat menganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di seluruh dunia, yang berdampak buruk bagi rumah tangga dan bisnis. Termasuk bagi negara Indonesia juga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2020 minus 5,32 persen. Berdasarkan data itu, terinci ekspor Indonesia hanya menyumbang 0,17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dan, berdasarkan World Bank 2020, ekspor Indonesia yang sebesar $167 miliar hanya menyumbang 1,1 persen terhadap total perdagangan dunia.

“Pascapandemi Covid-19, pertumbuhan ekspor merosot -11,7 persen, jadi hampir 12 persen. Dan, impor anjlok -16,9 persen hampir 17 persen. Jadi, kita banyak defisitnya daripada surplus,” ujar Mudrajat Kuncuru, yang menjabat Guru Besar Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM).

Dia menambahkan, bahwa ekspor Indonesia selama ini terkonsentrasi di sejumlah negara, terutama Cina, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Jepang. Padahal, potensi ekspor di negara lainnya masih terbuka lebar.

Lihat juga...