Perpani Kota Bekasi Mulai Seleksi Atlet

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kepengurusan baru Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) Kota Bekasi, Jawa Barat, terus berupaya melakukan pembenahan untuk menghasilkan atlet terbaik di bidang panahan.

“Sebenarnya masalah panahan banyak. Dalam artian dari sisi dana yang dicairkan dari KONI Kota Bekasi, hasilnya apa. Sampai saat ini belum ada gregetnya,” ungkap Latu Harhary,  Bidang Bimbingan Prestasi Perpani, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Jumat (28/8/2020).

Dikatakan bahwa untuk klub panah di Kota Bekasi, saat ini lumayan banyak. Tapi, diakuinya belum dimaksimalkan, sehingga keberadaan atlet panahan masih minim prestasi. Oleh karenanya Perpani terus mengajak klub panahan untuk bergabung.

Latu Harhary, Bidang Bimbingan Prestasi Perpani Kota Bekasi, kepada Cendana News, Jumat (28/8/2020). -Foto: M. Amin

Menurut Latu, Perpani sudah membuka seleksi atlet, wasit dan pelatih. Tapi, belum bisa dilaksanakan akibat kembalinya Kota Bekasi ditetapkan zona merah Covid-19. Hasil seleksi tersebut jelasnya akan dilanjutkan ke KONI agar mendapatkan pembinaan.

“Target awalnya seleksi selesai 31 Agustus 2020. Tapi, sekarang suasana Covid-19, di Kota Bekasi, kembali merah, tunggu situasi aman seleksi kembali dilaksanakan,” paparnya seraya mengatakan sudah ada sekira 48 atlet mendaftar.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Perpani Kota Bekasi, tentu ingin mempersiapkan diri dalam menghadapi Porda 2022 tingkat Jawa Barat. Ditanya target tentunya ingin memberi yang terbaik bagi Kota Bekasi minimal mampu menyumbangkan emas.

Perpani Kota Bekasi, dengan pengurusan baru tambahnya, harus lebih maju dan transparan terutama dalam melakukan seleksi atlet. Sehingga benar benar mampu menghasilkan atlet berbakat untuk membumikan olahraga panahan di Kota Patriot.

Untuk itu dia, mengusulkan sekolah negeri di Kota Bekasi ke depan harus memiliki program ekstra kurikuler bidang panahan. Sehingga, atlet panahan bisa lebih banyak.

Oleh karena pentingnya upgrade seleksi kepada atlet untuk melihat konsistensi atlet itu sendiri dalam mempertahankan prestasi. Karena olahraga jika tidak ditekuni, maka prestasi akan anjlok.

“Referensi seleksi yang akan dilaksanakan tentunya mengacu pada standar baku kejuaraan panahan. Baik dari skor, dan setiap enam bulan sekali dilakukan upgrade, sehingga bagi yang belum lulus seleksi nantinya, bisa kembali mendaftar,”paparnya.

Dalam seleksi atlet Perpani dilaksanakan secara terbuka, siapa pun bisa mendaftar jika memenuhi kriteria. Bagi yang tidak lulus jelasnya jangan berkecil hati, terus latihan karena akan ada upgrade setiap enam bulan.

“Saat ini, sebenarnya Perpani, Kota Bekasi belum memiliki tempat pelatihan sesuai standar olahraga panahan. Sampai saat ini masih mencari,” ujarnya mengaku, seleksi sebenarnya sudah mencoba kerja sama dengan Summerecon.

Lihat juga...