Perpustakaan Keliling Upaya OKU Turunkan Angka Buta Aksara

Ilustrasi -Dok: CDN

BATURAJA – Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, berupaya menurunkan angka buta aksara dengan menggalakkan perpustakaan keliling, agar masyarakat setempat gemar membaca dan tidak buta huruf.

Kepala Dinas Pendidikan Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, melalui Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Ahmad Azhar di Baturaja, mengatakan sejauh ini upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Kabupatena OKU dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

Berdasarkan data BPS, kata Ahmad, pada 2018 angka buta aksara di Kabupaten OKU mencapai 1,63 persen dan pada 2019, turun menjadi 0,70 persen.

“Artinya terjadi penurunan sebesar 0,93 poin,” katanya, Sabtu (8/8/2020).

Penurunan persentase angka buta aksara ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten OKU, dengan komunitas pendidikan.

“Hasil pencapaian tersebut, Kabupaten OKU masuk nominasi penganugerahan keaksaraan tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, meskipun terjadi penurunan angka buta aksara setiap tahun, namun selalu ada tantangan dan hambatan yang dihadapi pihaknya dalam mengubah kebiasaan masyarakat agar gemar membaca.

“Salah satu tantangan berat adalah mengubah kebiasaan dan pemikiran masyarakat yang malas membaca. Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi hambatan,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, pemerintah menggalakkan perpustakaan keliling dan bekerja sama dengan Kampung Dongeng Sumatera Selatan, guna memotivasi minat baca maupun belajar melalui bermain serta mendengarkan cerita.

“Upaya ini dilakukan karena Pemerintah Kabupaten OKU memiliki komitmen yang tinggi terhadap bidang pendidikan. Salah satunya pemberantasan buta aksara,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...