Pertanian Konvensional di Kota Bekasi, Masih Jadi Perhatian

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Di samping terus mengembangkan pertanian hidroponik, petani konvensional yang menggarap sawah masih mendapat perhatian Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Pertani konvensional, masih diberi penyuluhan agar produksi panennya meningkat. Tapi, penyuluhan tentunya dengan teknologi sehingga lebih maksimal,” ungkap Annie Marijan, Kabid Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (31/8/2020).

Diakuinya bahwa saat ini masih fokus pada pengembangan sistem tanam hidroponik di berbagai lingkungan di wilayah Kota Bekasi. Hal tersebut karena lahan di Kota Bekasi. Tapi tentu tidak menyampingkan pertanian konvensional.

Menurutnya penyuluhan terus dilakukan secara berkala dengan mengoptimalkan pendamping di kecamatan, terus memberi edukasi dan melaporkan hasil dari budidaya areal persawahan di Kota Bekasi.

“Sawah memang tidak banyak di Kota Bekasi, tapi masih banyak. Keberadaannya menyebar di beberapa lokasi setiap kecamatan. Secara keseluruhan total areal sawah masih sekitar 430 hektaran lagi,” jelasnya.

Annie Marijan, Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan kota Bekasi,Senin (31/8/2020). -Foto: M. Amin

Dia menyebutkan bahwa bantuan dalam meningkatkan hasil produksi terus diberikan kepada petani, seperti traktor, pompa air atau pupuk subsidi. Tapi untuk pupuk subsidi belinya satu tempat untuk Kota Bekasi, dengan menunjuk satu toko di wilayah Bekasi Utara.

“Petani sawah di Kota Bekasi, terus didorong meningkatkan hasil pertanian dengan pengembangan teknologi. Sehingga dalam setahun bisa dua hingga tiga kali panen, tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa petani binaanya bidang pertanian, di wilayah Bekasi Utara ada yang budidaya beras hitam dan jenis tanaman lainnya.

Terpisah PPL Jatiasih dan Pondok Melati, mengakui saat ini arela persawahan terbilang maksimal dan tinggal menunggu panen. Areal Sawah di Jatiasih, sebenarnya tidak tergantung hujan karena memaksimalkan aliran Kali Cakung.

“Petani binaan saya di Jatiluhur, beberapa Minggu lagi panen. Hama tidak terlalu tapi musuh petani padi di perkotaan biasanya burung. Sehingga saat ini harus dijaga maksimal,” tukasnya.

Solihin, mengaku untuk wilayah Jatiasih dan Pondok Melati, areal persawahan sedikit. Menurutnya wilayah tersebut banyak budidaya sayur mayur dan tanaman rempah.

“Selain pertanian konvensional, PPL terus menyosialisasikan dengan melakukan pendampingan pengembangan hidroponik. Tanaman sistem hidroponik, oleh Pemkot Bekasi terus digalakkan sebagai bentuk ketahanan pangan,” jelas Solihin.

Lihat juga...