Petani di Kebumen Tanam Kacang Tanah di Lahan Kering

Editor: Koko Triarko

KEBUMEN – Memasuki musim kemarau, area pertanian di Kabupaten Kebumen, mulai banyak yang kering. Petani di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesatren, Kabupaten Kebumen, pun memilih untuk menanam kacang tanah di lahan kering tersebut.

Salah seorang petani, Warsidi, memilih menanam kacang tanah karena mudah ditanam, bisa tumbuh baik di lahan basah atau kering, dan pemeliharaannya juga terbilang mudah.

“Sambil mengistirahatkan lahan, supaya subur kembali, saya menanam kacang tanah,” katanya, sambil terus menanam kacang di lahannya, Senin (31/8/2020).

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, di Buluspesantren, Kebumen, Senin (31/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Sebelum menanam kacang tanah, lanjut Warsidi, area sawah digemburkan dan dibiarkan terlebih dahulu selama kurang lebih 7 hari. Setelah itu baru mulai ditanami. Jarak antartanaman sekitar 20 centimeter, untuk memudahkan tanaman tumbuh.

“Kalau usia panen kacang tanah hampir sama dengan padi, sekitar 90 hari. Biasanya kalau sudah siap panen, daun tanaman akan menguning dan rontok, dan batangnya mengeras, kalau dicabut di dalamnya sudah banyak kacang tanah,” tuturnya.

Penanaman kacang tanah di Desa Bocor tersebut dilakukan pada lahan seluas 800 ubin, milik beberapa petani desa setempat. Pihak desa menginisiasi penerapan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), yaitu program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang bersifat produktif dan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Atas masukan beberapa petani, dipilih tanaman kacang tanah. Dan, penanaman kacang tanah ini menyerap tenaga buruh tani hingga 8 orang, yang diperkerjakan setiap hari untuk membantu petani mengolah lahannya.

“Pekerja ini hanya selama pengolahan dan penanaman kacang tanah saja, setelah itu kita yang memelihara sendiri,” kata Warsidi.

Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, mengapresiasi para petani di Desa Bocor yang dengan cepat mengimplementasikan program PKTD. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 dan ditambah lagi sekarang musim kemarau, para petani membutuhkan pendampingan dan arahan supaya bisa tetap produktif.

“Mungkin hasil panen kacang tanah nanti keuntungannya tidak sebesar tanaman padi, tetapi yang penting para petani tetap bisa produktif di musim kemarau. Sebab, jika dipaksakan untuk menanam padi, hasilnya juga tidak akan bagus, karena minim air,” terangnya.

Menurut Wabup, ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 harus dilperkuat dari semua sisi. Sehingga tanaman palawija yang bisa bertahan di musim kemarau bisa dijadikan alternatif pilihan untuk ditanam. Desa-desa lain di wilayah Kebumen diharapkan juga segera mengimplementasikan program PKTD dan mendorong para petani untuk tetap mengolah lahannya di musim kemarau.

Lihat juga...