Peternak Lamsel Mulai Kesulitan Dapatkan Pakan Hijauan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah peternak ruminansia jenis sapi, kambing, kerbau di Lampung Selatan (Lamsel) mulai kesulitan mencari pakan. Musim kemarau yang melanda wilayah tersebut berimbas lahan penggembalaan dan pakan berkurang.

Wagiyanto, pemilik ternak sapi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji menyebut jangkauan pencarian pakan hijauan lebih jauh. Sebelumnya pemilik lima ekor ternak sapi tersebut hanya mencari pakan di kecamatan Way Panji. Semenjak curah hujan jarang turun jelang kemarau sejumlah tempat pencarian pakan hijauan terbatas.

Mengantisipasi kendala kesulitan pakan hijauan ia menyisakan lima ekor sapi peranakan ongole. Sebelum Idul Adha ia memiliki tujuh ekor sapi yang akhirnya dijual dua ekor untuk kebutuhan kurban.

“Sekarang harus rajin mencari pakan hingga ke wilayah kecamatan Sidomulyo, Kalianda dan Penengahan pada area yang masih memiliki sumber pakan hijauan di tepi sungai, alternatif pakan jerami masih ada stok karena belum musim panen padi,” terang Wagiyanto saat ditemui Cendana News, Senin (3/8/2020).

Wagiyanto menyebut pakan alternatif yang dipergunakan berupa jenjet dan bekatul dibeli untuk stok. Jenjet dari tempat penggilingan jagung sebagian dibeli dengan harga Rp4.000 per karung. Bekatul atau dedak sisa penggilingan gabah dibelinya seharga Rp30.000 dengan berat 20 kilogram. Selain jenjet dan bekatul ia membeli tetes tebu dengan sistem literan Rp30.000 untuk ukuran lima liter.

Sulitnya mencari pakan hijauan diakui Sumarno, pemilik empat ekor ternak sapi di desa yang sama. Sebagai pemilik ternak ruminansia atau hewan memamah biak, pakan hijauan wajib diberikan.

Lokasi pencarian pakan hijauan di antaranya lahan kebun pohon sengon, tepi sungai. Dibantu anaknya, ia bahkan harus pergi ke wilayah yang berjarak sekitar puluhan kilometer dari rumahnya.

“Saya memiliki stok jerami kering bisa bertahan hingga empat bulan lagi hasil mencari saat panen padi,” terangnya.

Sumarno, peternak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji Kecamatan Lampung Selatan memiliki empat ekor sapi peranakan ongole memanfaatkan pakan alternatif jenjet jagung,jerami saat musim kemarau, Senin (3/8/2020). Foto: Henk Widi

Rumput kolonjono ditanam pada lahan pekarangan miliknya. Pakan hijauan itu akan dicampurkan dengan cara dicacah lalu dicampur dengan pakan lain. Ia memanfaatkan molase atau tetes tebu, dedak, jenjet dan cacahan rumput kolonjono.

Sukiran, pemilik ternak kambing rambon mengaku memanfaatkan sumber pakan pohon lamtoro. Sebelumnya ia tetap memberi pakan dari rumput hijauan yang berasal dari sawah. Imbas sejumlah lahan sawah kering pakan alternatif harus dicari hingga ke lokasi yang jauh. Berbagai jenis pakan daun mindi, daun sengon, daun nangka jadi alternatif pakan saat kemarau.

Lihat juga...