PNS Cina Divonis Penjara karena Terima Suap

Ilustrasi. Polisi paramiliter membentuk formasi di Lapangan Tiananmen dekat Balai Agung Rakyat, lokasi Kongres Rakyat Nasional (KRN) yang akan datang di Beijing, China, Selasa (19/5/2020) -Ant/Reuters

JAKARTA – Seorang pegawai negeri sipil Cina yang sempat bersembunyi selama 13 tahun di Bulgaria, divonis hukuman penjara selama enam tahun, sementara dua pelaku penggelapan berhasil diekstradisi dari Spanyol.

Selain menjatuhi hukuman penjara terhadap Yao Jinqi atas dugaan menerima suap senilai 52 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar, pengadilan tingkat banding di Shaoxing, Provinsi Zhejiang, juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar 3 juta yuan (Rp6,3 miliar).

Harta dan saham yang diperolehnya secara ilegal juga disita oleh negara, demikian petikan putusan majelis hakim pengadilan tinggi Shaoxing, Kamis (28/8).

Yao yang diekstradisi dari Bulgaria pada November 2018, menyatakan menerima putusan tersebut dan tidak akan mengajukan banding ke lembaga peradilan yang lebih tinggi.

Menurut catatan China Daily, Yao yang terakhir kali menjabat sebagai Wakil Bupati Xinchang, Provinsi Zhejiang, merupakan orang pertama yang diekstradisi dari negara anggota Uni Eropa setelah berdirinya Komisi Nasional Supervisi Cina pada Maret 2018.

Sementara itu, dua pelaku penggelapan diekstradisi dari Spanyol ke Cina sesuai daftar nama yang tercantum dalam Red Notice Interpol.

Menurut keterangan Kementerian Keamanan Publik China (MPS), pelaku bermarga Qiu mengambil keuntungan atas pekerjaannya dari polis asuransi kliennya, yang kemudian ditransfer ke rekening pribadinya. Setelah itu, Qiu melarikan diri ke Spanyol pada April 2012.

Pelaku lainnya bermarga Qi, menggadaikan aset fiktif sebelum melarikan diri ke negeri Matador itu pada Agustus 2014.

Polisi Spanyol menangkap Qi pada Juli 2018, dan Qiu pada September 2019, setelah Interpol mengeluarkan Red Notice atas permintaan MPS atau kepolisian Cina.

Pada Juli, Spanyol menyetujui ekstradisi kedua pria tersebut ke Cina dan penyerahannya baru dilakukan pada pekan ini, demikian dilaporkan laman berita ECNS. (Ant)

Lihat juga...