Polresta Banyumas Terjunkan Tim Pantau Perayaan HUT Kemerdekaan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka di kantornya, Selasa (11/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Untuk memastikan tidak adanya acara tasyakuran ataupun berbagai macam perlombaan dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Polresta Banyumas menerjunkan tim yang akan berkeliling memantau kondisi hingga di tingkat desa.

“Kita akan terjunkan empat tim setiap harinya, dua tim yang bertugas memantau pagi dan siang dan dua tim yang memantau malam hingga dini hari. Pemantauan dilakukan secara bergantian di wilayah masih-masing untuk memastikan tidak ada kegiatan tasyakuran ataupun perlombaan yang mengundang kerumunan massa,” kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, Selasa (11/8/2020).

Sebagaimana diketahui, Pemkab Banyumas sudah mengeluarkan kebijakan larangan untuk kegiatan tasyakuran dan perlombaan pada perayaan HUT Kemerdekaan kali ini. Meskipun begitu, Kapolresta mengatakan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk membubarkan acara, sehingga sifatnya hanya imbauan dan antisipasi.

Untuk kegiatan tasyakuran yang hanya melibatkan orang dalam jumlah terbatas dan menerapkan protokol kesehatan, tim di lapangan diberi kewenangan untuk mengambil sikap. Apakah diperbolehkan ataupun akan diimbau untuk dibubarkan, karena yang mengetahui kondisi secara pasti adalah tim yang bertugas.

“Penekanan patroli oleh tim yang kita terjunkan ini adalah pada sosialiasasi penerapan protokol kesehatan pada setiap kegiatan di masyarakat. Sehingga jika ada kegiatan tasyakuran yang jumlahnya terbatas, misalnya hanya dihadiri 10 orang dalam ruangan yang luas dan menerapkan protokol kesehatan, sebenarnya tidak masalah. Dan tim kita beri kewenangan untuk menilai dan memutuskan tindakan jika menjumpai kegiatan tasyakuran di lapangan,” terang Kapolresta.

Mengingat biasanya banyak lokasi yang menjadi tempat tasyakuran ataupun perlombaan, maka seluruh polsek-polsek juga diterjunkan, termasuk bhabinkamtimmas dan bhabinsa, serta melibatkan pula pihak desa.

Selain tim yang berkeliling melakukan pengawasan, menjelang HUT Kemerdekaan, Polresta Banyumas juga meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan. Menurut Kapolresta, moment perayaan HUT Kemerdekaan adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia. Sehingga ia merasa perlu untuk mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan menggelar kegiatan perlombaan yang membudaya dan melibatkan banyak orang. Seperti loma makan kerupuk, balap karung dan sebagainya. Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, Kapolresta mengimbau untuk mengganti perlombaan fisik menjadi perlombaan daring.

“Perlombaan untuk memupuk rasa nasionalisme kebangsaan tetap bisa dilakukan, misalnya dengan perlombaan via daring. Materi perlombaan bisa seputar Pancasila ataupun wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Ambar mengatakan, untuk tahun ini tidak ada perlombaan di kampungnya. Biasanya mendekati 17 Agustus, sudah banyak digelar berbagai macam perlombaan, tetapi sampai sekarang masih sepi.

“Kalau untuk tasyakuran malam 17 Agustus, kemungkinan juga tidak ada, karena sampai hari ini belum dibentuk kepanitiaan,” katanya.

Lihat juga...