Potensi Sapu Lidi dan Batok Kelapa jadi Komoditas Ekspor

MANADO  – Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksyidayan Saragih mengatakan, sapu lidi dan batok kelapa didorong menjadi komoditas ekspor Sulawesi Utara (Sulut).

“Saat ini yang baru diekspor adalah air kelapa dan serabut kelapa, produk sampingan seperti sapu lidi dari kelapa dan batok kelapa akan kita dorong untuk memberikan nilai tambah petani,” ujar Donni di Manado, Kamis.

Sapu lidi misalkan, memiliki pasar potensial di Pakistan, India bahkan Asia Selatan.

“Di daerah lain produk sampingan ini (sapu lidi dan batok kelapa) sudah diolah dan diekspor. Produk olahan seperti ini akan terus kita dorong, pelaku usaha diharapkan memanfaatkan peluang ini,” ajaknya.

Dari sisi bahan baku, lanjut Donni, pelaku usaha di daerah ini tidak akan kesulitan karena banyak tersedia.

“Sekarang ini tinggal bagaimana memaksimalkan potensi dan peluang ini. Kami optimistis apabila dimaksimalkan potensi yang bernilai ekonomi ini akan ikut mendorong kesejahteraan petani kelapa,” ujarnya.

Donni menambahkan, sektor pertanian memberikan peran penting pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Sulut salah satu provinsi yang sangat mengandalkan perkebunan, pertanian dan perikanan sehingga ekonomi tetap tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...