Pramuka jangan Terlibat Politik Praktis Pilkada

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SIJUNJUNG – Ketua Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengingatkan kepada organisasi Pramuka untuk tidak terlibat politik praktis pada Pilkada 2020 mendatang.

Menurutnya, sejatinya keberadaan gerakan Pramuka sebagai organisasi untuk mendidik kaum muda dengan menerapkan langkah-langkah pembinaan bergerak maju,  menyesuaikan perkembangan zaman tanpa menghilangkan norma agama, adat istiadat dan etika.

“Jadi Pramuka itu bergerak sesuai tujuannya, bukan terlibat politik praktis,” kata Nasrul Abit sewaktu membuka orientasi kepramukaan bagi kepala SMA/SMK/SLB se-Sumatera Barat di Gedung Pancasila, Kabupaten Sijunjung, Kamis (27/8/2020).

Terkait kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali dan menambah wawasan serta memperkuat fungsi Kepala Sekolah dalam pembinaan Pramuka ditingkat satuan pendidikan.

Dalam sambutan Wakil Gubernur Sumatera Barat ini menyampaikan bahwa Pramuka merupakan garda terdepan dalam pendidikan karakter, terutama terhadap generasi muda yang penuh tantangan saat ini.

“Latihan Pramuka, harus dilakukan dengan optimal, dalam rangka menyiapkan generasi muda yang siap pakai, berakhlak mulia dan memiliki keahlian. Untuk menghadapi era digital 4.0,” ujarnya.

Dikatakannya sudah menjadi tanggungjawab sekolah untuk menghidupkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Apalagi tuntutan generasi bangsa yang harus berkarakter, berbangsa dan berkecakapan menjadi sorotan utama pendidikan.

Selanjutnya tugas sekolah terhadap gugus tugas (Gudep) yang berpangkalan di satuan pendidikan adalah memberikan arahan, bimbingan, bantuan, motivasi dan dukungan sarana dan prasarana, agar proses pendidikan kepramukaan dapat berjalan baik.

Nasrul Abit mengajak semua kepala SMA/SMK/SLB dan Kepala SMP/MTsn se-Sumatera Barat untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, tanpa ada keberpihakan pada salah satu calon kepala daerah.

Lihat juga...