Program Subsidi Gaji Untuk 13,8 Juta Pekerja Siap Dijalankan

Menaker Ida Fauziyah, saat memberikan Keynote Speech dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Rabu (5/8/2020) – Foto Dok Ant

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan siap menjalankan program subsidi pemerintah untuk 13,8 juta pekerja terdampak COVID-19. Yaitu, subsidi untuk mereka yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta.

Kebijakan tersebut ditargetkan berjalan mulai September 2020. “Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September,” kata Ida Fauziyah, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Menaker menegaskanm subsidi gaji akan diberikan Rp600.000 per bulan selama empat bulan, dan dikucurkan per dua bulan sekali. Hal itu berarti dalam sekali pencairan, pekerja akan mendapatkan subsidi sebesar Rp1,2 juta.

Skema itu dilakukan karena pemerintah ingin memastikan daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga dan keempat 2020. Ida memastikan, penerima subsidi itu adalah pekerja swasta yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Para pekerja itu harus aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), dengan iuran di bawah Rp150.000 per-bulan atau setara gaji di bawah Rp5 juta per-bulan. “Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

Data dari BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan, terdapat 13,8 juta pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta. Data itu terus divalidasi agar program subsidi bisa tepat sasaran dan meminimalkan duplikasi. Pemerintah telah menganggarkan Rp33,1 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak COVID-19 itu dengan harapan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi, dan menjaga agar terhindar dari resesi. (Ant)

Lihat juga...