Promosi Wisata di Jateng Kembali Digencarkan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Menyambut era new normal, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah kembali mengencarkan promosi wisata. Termasuk, menggandeng pengelola daya tarik wisata (DTW) dan desa wisata.

“Pariwisata menjadi salah sektor yang paling terdampak, kini seiring dengan kebijakan baru terkait new normal, kita mengajak para pengelola DTW dan desa wisata di Jateng, untuk ikut serta mempromosikan potensi masing-masing kepada masyarakat,” papar Kadisporapar Jateng, Sinoeng Nugroho Rahmadi, di Semarang, Minggu (9/8/2020).

Terbaru, pihaknya menggelar lomba video dan foto bertemakan ‘Njagani Plesiran’ yang diperuntukkan bagi pengelola DTW dan desa wisata. “Lomba sudah berakhir pada 6 Agustus 2020 lalu. Para peserta sangat antusias, sebab satu diantara hadiah yang ditawarkan yakni sertifikat dari Disporapar Jateng, yang dinilai sangat berarti bagi para pengelola DTW dan desa wisata,” terangnya.

Tidak hanya itu, hastag #Kejatengajah, pihaknya juga melibatkan netizen dan influencer  di Jateng, untuk ikut mempromosikan wisata yang ada. “Tentunya promosi yang dilakukan tersebut akan dibuat kekinian dengan mengikuti perkembangan zaman, agar dapat menarik minat wisatawan,” tambahnya.

Kadisporapar Jateng, Sinoeng Nugroho Rahmadi, memaparkan pihaknya kembali mengencarkan promosi wisata. Termasuk, menggandeng pengelola daya tarik wisata (DTW) dan desa wisata, di Semarang, Minggu (9/8/2020). -Foto Arixc Ardana

Di satu sisi, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, Disporapar Jateng juga telah membuat SOP dalam operasional tempat wisata di tengah pandemi, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Gubernur No 2 Tahun 2020 tentang tata cara memasuki masa peralihan yang meliputi tujuh poin, termasuk pariwisata.

“Salah satu substansinya mengatur tentang SOP Menuju Tatanan Normal Baru Bidang Pariwisata, kita buat namanya SOP ‘Njagani Plesiran’ atau Menjaga Pariwisata, antara lain, pakai masker, ada tempat cuci tangan dan hand sanitizer, thermal gun, jaga jarak, serta mencegah kerumunan,’’ papar dia.

Sinoeng juga menandaskan, bagi tempat wisata yang akan beroperasi kembali, harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Termasuk melakukan simulasi terlebih dahulu, untuk melihat sejauh mana keberhasilan kesiapan yang telah dilakukan.

“Salah satu solusi yang harus ditempuh, di dalam era new normal ini yakni memperkuat pengawasan yang ada. Hal ini diperlukan, untuk menekan penyebaran Covid-19. Tujuannya,  agar wisatawan dapat merasa aman dan nyaman berwisata di seluruh obyek wisata yang ada di Jateng,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, memaparkan, pihaknya menyambut baik promosi yang dilakukan untuk menggerakan kembali wisata di Jateng.

“Selain memperkenalkan kembali obyek wisata yang ada, perlu juga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka kembali yakin untuk berwisata. Khususnya menggunakan layanan dari travel agent wisata,” paparnya.

Dipaparkan, saat ini pihaknya terus melakukan mengedukasi masyarakat serta memberikan simulasi-simulasi yang terkait dengan protokol kesehatan dalam perjalanan berwisata.

“Saat ini yang kami fokuskan juga mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk berwisata kembali, karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat cemas untuk berwisata. Harapannya, ketika kepercayaan ini sudah terbangun, masyarakat dapat kembali yakin untuk berwisata menggunakan layanan dari travel agent,” terangnya.

Dipaparkan, selama pandemi Covid-19, yang berimbas pada pariwisata yang mati suri, nasib serupa juga terjadi pada travel agent. Kini dengan adanya kebijakan baru, pihaknya berharap sektor ini juga bisa kembali berjalan.

“Meski saat ini sudah mulai, namun saya perkirakan akan dapat mulai bergerak kembali di bulan September 2020, dengan fokus menyasar ke wisatawan domestik dan pergerakannya pun masih ke objek wisata yang terdekat dan berada di zona hijau,” tandasnya.

Lihat juga...