Proses Relokasi Pasar Jatiasih Diharap Tidak Ada Perlawanan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Wisnu Whardana, berharap pelaksanaan relokasi pedagang pasar baru Jatiasih,  berjalan kondusif tidak ada perlawanan berarti. 

Dikatakan, Polisi, Pemkot Bekasi dan Kodim akan menurunkan kekuatan maksimal dalam rangka menjaga kondusifitas situasi di lapangan agar rencana relokasi pedagang Pasar Jatiasih,  pada Senin 31 Agustus 2020 berjalan maksimal.

“Pedagang Pasar Jatiasih ini lebih banyak dibanding pasar lainnya. Intinya relokasi tetap dilaksanakan pada Senin ini, sesuai surat perintah. Kami juga akan membantu lancarnya alur perpindahan pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS),”ungkap Wisnu, Jumat (28/8/2020).

Dikatakan bahwa antara pedagang pasar dan pihak pengembangan revitalisasi Pasar Jatiasih, sudah dimediasi. Untuk itu dia meminta bagi pedagang pasar yang masih kurang jelas terkait relokasi, bisa segera ke kantor pengembang dalam hal ini PT MSA.

Kegiatan mediasi yang dilaksanakan dalam rangka klarifikasi pedagang kepada PT MSA ini sebagai tahapan persiapan menuju relokasi guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena hasil mediasi intinya pihak pengembang siap membuka diri. Tapi pedagang harus datang ke kantor PT MSA untuk menyampaikan langsung persoalan ketidakjelasan yang masih dinilai kurang atau apa persoalan yang belum d jawab saat mediasi” tukasnya.

Menurutnya dalam setiap proses relokasi terjadi riak atau sedikit gejolak antara pedagang dan pengembang adalah suatu hal biasa karena berbagai hal, pertama tidak utuhnya informasi.

Tentu banyak sosialisasi yang sudah dilakukan pengembangan yang masih belum dipahami secara utuh oleh pedagang. Terutama terkait mekanisme, dan lainnya.

Dia berharap para pedagang Pasar Jatiasih, bisa membantu aparat dalam program relokasi tersebut untuk bersama menjaga kondusifitas di lapangan. Karena masih ada waktu, jika masih ada yang belum jelas terkait relokasi, bisa datang langsung ke kantor pengembang.

“Saya berharap tentunya relokasi nanti tidak  ada perlawanan. Polisi akan mengedepankan humanis kepada para perdagangan. Tindakan represif adalah upaya paling akhir kepada para pedagang,” tegasnya meminta semua tim aparat gabungan harus mengutamakan tindakan preventif saat pelaksanaan relokasi.

Pantauan di lapangan sejumlah pedagang pasar di Jatiasih, mulai mendatangi kantor PT MSA yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pasar. Mereka mendaftar untuk mendapatkan tempat di lokasi TPS yang disediakan pihak pengembang.

Pedagang pasar berharap, ada kebijakan terkait down payment, salah satu persyaratan untuk menempati TPS bisa lebih dilentur ditengah Pandemi Covid-19.

“Ya, ada sebagian pedagang Pasar Jatiasih, sudah datang ke kantor PT MSA untuk mendaftar. Tapi bagaimana teknis belum ada informasi dari mereka yang mendaftar untuk mendapatkan kios di TPS,” ucap Dani pedagang Pasar Jatiasih, dikonfirmasi terpisah.

Lihat juga...