Puluhan Hewan Kurban di Kota Semarang Terinfeksi Cacing Hati

Editor: Koko Triarko

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, -Dok: CDN

SEMARANG – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, memastikan organ hati pada hewan kurban yang terkena penyakit cacing hati, tidak dikonsumsi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, terkait ditemukannya puluhan hewan kurban yang terinfeksi penyakit tersebut.

“Pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam hari raya Iduladha 1441 H, kita menerjunkan tim terdiri dari petugas Dispertan dan dokter hewan dari persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) Jateng I, melakukan pemeriksaan hewan kurban mulai dari hari H hingga tiga hari setelahnya, atau hari tasyrik,” paparnya, saat ditemui di Semarang, Senin (3/8/2020).

Hasilnya, tim tersebut berhasil menemukan 63 hewan ternak yang terinfeksi cacing hati. “Dari data pemeriksaan per hari Minggu (2/3/2020) pukul 20.30 WIB, ada 63 hewan ternak yang terinfeksi cacing hati. Angka tersebut didapat dari pengecekan di 394 titik penyembelihan di Kota Semarang, yang mencakup 1.532 ekor sapi, 4.079 ekor kambing, 145 ekor domba dan tiga ekor kerbau,” terangnya.

Selain menjumpai penyakit cacing hati pada sapi, Dispertan juga menemukan dua kambing yang mengalami pnemonia dan seekor kerbau terkena cacing hati. Data tersebut bisa saja bertambah, sebab pemeriksaan penyembelihan hewan kurban pada hari terakhir  tasyrik, Senin (3/8/2020), masih berlangsung.

Pihaknya menurunkan 160 personel untuk melakukan pengecekan dari masa penjualan hingga pemotongan hewan kurban.

Hernowo menandaskan, meski ada cacing hati, namun pihaknya memastikan untuk daging hewan kurban yang terinfeksi, tetap aman untuk dikonsumsi.

“Jeroan atau organ dalam yang terinfeksi, kita singkirkan. Dibuang dengan cara dipendam, sehingga tidak menulari. Untuk daging, tetap aman dikonsumsi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Unit Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Budi Daya Hewan Potong (BHP) Penggaron Kota Semarang, Ika Nurawati, memaparkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan cacing hati atau hewan yang sakit, selama proses penyembelihan hewan kurban di fasilitas pemotongan tersebut.

“Sejauh ini, hingga Senin (3/8/2020), kita belum menemukan hewan kurban yang terinfeksi cacing hati atau penyakit lainnya. Meski demikian, kita juga menyiapkan tim dokter hewan yang memeriksa kesehatan hewan, baik sebelum disembelih, serta sesudah disembelih, untuk memastikan hewan kurban yang disembelih layak atau tidak untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Lihat juga...