Ratusan Warga di Kota Semarang Terjaring Razia Masker

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pemberlakuan Peraturan Walikota (Perwal) Semarang No 57 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), termasuk sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan (prokes), hingga saat ini ternyata belum bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat.

Hal tersebut tercermin jumlah masyarakat pelanggar dalam sejumlah razia masker, yang digelar Tim Gugus Tugas Covid-19 khususnya Satpol PP Kota Semarang.

“Perwal 57 sudah berlaku per Jumat, 14 Agustus 2020, artinya sudah dua minggu. Namun, dalam masa penerapannya, kita masih menemukan masyarakat yang tidak disiplin. Banyak di antara mereka yang tidak memakai masker, padahal sedang beraktivitas di luar rumah,” papar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto di Semarang, Jumat (28/8/2020).

Dijelaskan, dari beberapa kali razia yang sudah dilakukan, warga yang terkena sanksi sesuai Perwal 57 tersebut, jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Untuk itu, kita akan terus melakukan razia, sekaligus sosialisasi Perwal 57 ini kepada masyarakat,” terangnya.

Diakui, hukuman yang diberlakukan tidak berupa denda, namun lebih ke sanksi sosial, agar tidak menambah beban ekonomi masyarakat di tengah tekanan pandemi saat ini. Namun meski demikian, poin pentingnya adalah memberikan efek jera bagi para pelanggar dan menumbuhkan kesadaran mereka, agar bisa menerapkan prokes dengan disiplin.

Sejauh ini, sesuai peraturan tersebut, mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, perintah membeli masker, larangan melanjutkan perjalanan, penyitaan identitas diri atau KTP, hingga sanksi sosial dengan menyapu atau membersihkan ruas jalan, selama 15 menit atau sepanjang 100 meter.

“Namun kita juga berikan hukuman tambahan bagi ASN yang melanggar. Ini karena mereka sebagai contoh masyarakat, seharusnya lebih disiplin. Jika melanggar, kita tambahi hukuman berupa push up, selain itu KTP mereka juga kita sita,” tandasnya.

Pihaknya pun maksimalkan patroli pembatasan kegiatan masyarakat, untuk tetap menjaga kepedulian masyarakat, akan bahaya Covid-19. “Kedepan saya berharap, masyarakat akan semakin paham akan fungsi pemakaian masker, untuk melindungi diri sendiri dan juga lingkungan sekitar dari bahaya persebaran virus Covid-19. Dengan pemahaman tersebut, warga akan dengan sadar dan otomatis menggunakan masker di manapun berada,” pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, menerangkan terkait kesadaran masyarakat dalam penerapan prokes, perlu didorong bersama. Termasuk dari keluarga.

“Bisa saling mengingatkan, jika ayah atau ibu melihat anak mereka, tidak mengenakan masker saat akan beraktivitas di luar rumah, bisa diingatkan. Atau sebaliknya, anak juga bisa mengingatkan. Ini sebagai upaya bersama dalam pencegahan covid-19,” terangnya.

Dipaparkan, penerapan prokes secara disiplin diperlukan untuk mencegah penyebaran covid-19. “Kita ingatkan bahwa covid-19, masih menjadi menjadi pandemi, artinya virus ini bisa menyerang siapa saja dan dimana saja, untuk itu pencegahan menjadi penting,” terangnya.

Terkait Perwal 57, pihaknya berharap dengan adanya aturan tersebut, diharapkan semakin hari kesadaran dan kedisplinan masyarakat dalam penerapan prokes, bisa semakin tumbuh. “Kita pelan-pelan, kita dorong bersama-sama, harapannya nanti kesadaran tersebut semakin meningkat,” jelasnya.

Lihat juga...