SDN 3 Kedonganan Wajibkan Siswa Setor Tugas Tiap Pekan

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Selain menerapkan sekolah dari rumah (SDR), sekolah dasar negeri (SDN) 3 Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali, mewajibkan para siswa mengumpulkan tugas berupa buku pelajaran ke sekolah setiap seminggu sekali.

Eka Juliantari, salah seorang staf guru pengajar di SDN 3 Kedonganan mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya pihak sekolah untuk mencari terobosan baru dan mengetahui para siswa benar-benar belajar dengan baik, saat belajar daring di rumah. Selain itu, untuk tetap mengontrol tingkat kemampuan siswa dan nilai selama proses sekolah jarak jauh ini diberlakukan.

Dikatakan, setiap siswa wajib mengumpulkan semua tugas yang diberikan oleh wali kelas maupun staf pengajar dalam satu minggunya.

Dewi, wali murid SDN 3 Kedonganan, usia mengantarkan tugas wajib mingguan ke sekolah anaknya, Kamis (13/8/2020). -Foto: Sultan Anshori

“Agar kami mengetahui tingkat efektivitas proses belajar daring selama pandemi ini. Jadi, murid akan diberi tugas oleh kami dan wajib dikumpulkan ke sekolah setiap minggunya. Soal harinya tergantung jadwal piket dari guru tersebut untuk masuk ke sekolah,” ujar Eka Juliantari, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (14/8/2020).

Ditambahkan, sebenarnya selama proses sekolah daring ini kendala yang dihadapi adalah tingkat efektivitas pelajaran yang diberikan. Misalnya, Eka yang kebetulan merupakan guru khusus mata pelajaran bahasa Inggris, mengaku tidak efektif. Karena, pelajaran bahasa Inggris yang disampaikan bukan merupakan bahasa sehari-hari dibutuhkan pelajaran yang bersifat tatap muka.

Kendala ke dua, kebanyakan wali murid tidak memiliki fasilitas yang memadai, misalnya kendala satu handphone dipakai bersama hingga ketersediaan kuota internet untuk memenuhi kebutuhan daring.

“Jadi, sebenarnya tidak efektif sistem daring ini. Dan kalau boleh jujur, kami pihak guru juga bosan karena tidak dekat dengan murid,” imbuhnya lagi.

Dikatakannya lagi, selama proses pembelajaran daring, pihak sekolah akan membedakan dua sistem pelajaran. Pertama, siswa dari kelas satu hingga kelas empat mata pelajaran (matpel), cukup disampaikan melalui grup WA, sementara untuk kelas lima dan enam matpel akan disampaikan dengan aplikasi google driver.

“Saya berharap, kondisi pandemi ini segera berlalu agar semua kembali normal seperti semula, termasuk dunia pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Dewi, orang tua murid, mengaku sangat mendukung pihak sekolah menerapkan wajib setor tugas ke sekolah setiap seminggu sekali. Karena dia beralasan, ini merupakan terobosan yang baik agar tetap menjaga kualitas pembelajaran yang diberikan selama pandemi.

“Intinya, kami mendukung upaya ini. Tapi, kalau bisa semoga Covid19 ini segera selesai dan anak-anak juga bisa segera sekolah seperti biasa,” tandasnya.

Lihat juga...