Sekolah di Palu Boleh Dibuka, Tetapi Pintu Masuk Kota Dijaga Ketat

Wali Kota Palu, Hidayat – Foto Ant

ALU – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah pada masa adaptasi normal baru di Kota Palu boleh dilaksanakan. Namun demikian, pintu masuk ke kota itu tetap harus di jaga ketat, guna menghindari penularan kasus baru COVID-19.

“Kalau kebijakan Pemerintah Sulteng membolehkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada daerah-daerah yang masuk zona hijau dan kuning termasuk Palu, silahkan tidak jadi soal,” kata Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hidayat, Rabu (26/8/2020).

Kebijakan membolehkan kegiatan tatap muka di sekolah, sesuai surat edaran Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, yang bernomor 420/928.8/DIKBUD, tentang perubahan kebijakan penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya tahun pelajaran 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.

Menurut Hidayat, Palu masih aman dari penularan virus corona, jika penjagaan pintu masuk atau pos-pos pemeriksaan kesehatan di perbatasan diperketat. Dia menilai, ada tiga kategori penyebar virus, yakni pelaku perjalanan, orang tanpa gejala dan orang dalam pemantauan. Selama penanganan di masa pandemi, Pemkot Palu berhasil mencegat 18 orang pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif COVID-19. “Saya tidak mendahului kehendak Allah, metode yang kami lakukan selama ini dengan mengoptimalkan pos-pos di perbatasan mampu menekan angka penularan virus corona,” tambah Hidayat.

Atas dasar perubahan kebijakan Pemrov Sulteng, dia meminta instansi teknis terkait, pada penyelenggaraan KBM tatap muka di sekolah, senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Sebagaimana yang telah dianjurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak.

Dalam edaran Gubernur Sulteng juga menyerukan, Kepala dinas Pendidikan kabupaten dan kota dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulteng, agar menerbitkan pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di masa pandemi, sesuai kewenangan.

Termasuk tanggung jawab implementasi dan evaluasi KBM di masing-masing satuan pendidikan, yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota dan Kanwil Kemenag Sulteng. “Jika nanti dalam proses belajar mengajar di sekolah sudah berjalan, Kepala Sekolah dan guru agar mengawasi kegiatan murid jangan sampai ada yang berkeliaran di luar. Kami harap apa yang sudah direncanakan pemerintah dapat berjalan baik,” pungkas Hidayat. (Ant)

Lihat juga...