Sekolah di Pariaman Gelar Belajar Tatap Muka Mulai Hari ini

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Dikpora Kota Pariaman, Kanderi, saat memberikan keterangan pers di Pariaman/Foto: Humas Pariaman

PARIAMAN — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Sumatera Barat, kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2020.

Dikpora mengklaim, kebijakan itu diambil karena mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan sesuai dengan SKB Empat Menteri yang diperbaharui, daerah yang berada di zona hijau dan kuning boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Dikpora Kota Pariaman, Kanderi mengatakan, sebelumnya telah dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri pada pertengahan Juni 2020 lalu, dimana dijelaskan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan bagi wilayah zona hijau saja.

“Namun SKB itu telah direvisi dengan pembelajaran tatap muka di sekolah juga dibuka atau diperbolehkan bagi wilayah di daerah zona kuning,” kata dia, Kamis (13/8/2020).

Kanderi juga mengatakan bahwa Kota Pariaman sebelumnya telah melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi dikarenakan adanya tenaga pendidik yang positif Covid-19, maka dilakukan kembali pembelajaran melalui daring.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tetap akan menerapkan protokol kesehatan, dimana setiap siswa yang akan memasuki sekolah, suhu siswa akan diukur melalui Thermogun, dan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun yang ada di sekolah.

“Untuk jumlah murid dalam satu kelas juga dibatasi, dimana untuk SD maksimal 14 siswa/kelas, dan untuk SMP dan SMA/SMK maksimal 16 siswa/kelas, dimana nanti akan bergantian untuk belajar tatap muka satu minggu dan daring juga seminggu, dimana pada siswa yang shift belajar tatap muka, siswa lain akan belajar daring, atau belajar jarak jauh dan begitu sebaliknya,” tukasnya.

Sementara bagi siswa yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celcius, akan disuruh pulang dan berobat dan di setiap kelas juga dianjurkan untuk menyediakan Hand Sanitizer, serta jam pelajaran hanya dari Jam 07.30 sampai 10.15, tanpa istirahat, dimana setelah selesai belajar siswa dianjurkan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing.

Kanderi juga menegaskan bahwa kebijakan ini juga harus diikuti oleh kesiapan dari satuan pendidikan atau sekolah itu sendiri, apakah mereka sudah siap dengan aturan serta sarana dan prasarana sekolah yang telah mendukung untuk itu, apabila sudah tersedia, maka sekolah boleh menggelar pembelajaran tatap muka.

“Tapi apabila tidak siap, boleh menangguhkan atau tidak menggelar pembelajaran tatap muka ini,” ujar dia.

Sebelumnya, tepat pada tanggal 20 Juli 2020, merupakan hari pertama dimana sekolah di Pariaman kembali dilakukan pelajaran daring, setelah sepekan sekolah tatap muka dilakukan. Hal ini menyusul adanya dua orang guru di daerah itu positif terinfeksi Covid-19.

Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, dengan adanya dua orang guru yang positif Covid-19 itu, maka keputusan untuk meliburkan kembali sekolah dilakukan selama dua minggu, mulai dari tingkat SD, SMP dan sederajat, hingga SMA sederajat. Selain itu, seluruh lembaga kursus serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Kota Tabuik itu juga ditutup untuk sementara waktu.

Dia berharap, adanya temuan kasus positif Covid-19 itu dapat menjadi introspeksi bagi seluruh masyarakat Kota Pariaman bahwa virus itu masih ada dan akan tetap menyebar jika semua orang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan.

Lihat juga...