Sektor Wisata Penyelamat dari Resesi Ekonomi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, pada acara penyusunan grand desain pariwisata Jawa Timur ramah anak dan berbasis lokal di kantor Kadin Jatim, Surabaya, Kamis (13/8/2020) – Foto Ant

SURABAYA – Sektor yang diprediksi bisa menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi di triwulan III-2020 adalah sektor pariwisata. Hal itu dikarenakan, wisata saat ini sudah menjadi variabel pendorong ekonomi.

“Triwulan III menjadi taruhan bagi kita semua, jangan sampai PDB minus secara berturut-turut di dua kuartal, sebab kita bisa masuk ke jurang resesi ekonomi,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, pada acara penyusunan grand desain pariwisata Jawa Timur ramah anak dan berbasis lokal, Kamis (13/8/2020).

Beberapa variabel yang bisa menjadi pendorong untuk terhindar dari jurang resesi ekonomi di antaranya, adanya ekspor yang mulai naik, daya beli yang sudah tumbuh, dan wisata yang mulai dibuka di beberapa tempat. “Pada triwulan II PDB nasional minus 5,3. Saya optimistis dengan adanya pendorong itu bisa naik sesuai prediksi menjadi 0, dan pariwisata salah satu sektor andalan untuk menggerakkan perekonomian. Faktor pariwisata ada pada bagaimana membuat perlindungan anak,” jelasnya.

Pariwisata, juga bisa menjadi salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi di Jatim. Penilaian tersebut dikarenakan ada banyak sektor yang berkaitan erat dengan kinerjanya, seperti sektor jasa, kuliner, hingga pertanian dan UMKM. “Untuk itu sektor ini harus menjadi prioritas dalam pemulihannya,” tandas Adik.

Namun demikian, yang harus diperhatikan adalah bagaimana pariwisata bisa kembali dibuka dengan memperhatikan perlindungan terhadap anak-anak. Karena anak-anak, khususnya di masa pandemi COVID-19 sangat rentan mengalami eksploitasi. “Anak-anak harus dilindungi. Dan menurut saya, harus ada Perda yang khusus mengatur tentang perlindungan anak di sektor pariwisata. Kadin punya cara bagaimana perlindungan anak tetap terjaga dalam peningkatan industri wisata Jatim,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto mengakui, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi. Namun harus tetap dijaga dengan protokol kesehatan. “Saat ini sudah mulai bergerak bangkit. Hampir separuh dari jumlah destinasi wisata di Jatim telah melakukan reaktivasi,” katanya.

Sinarto menyebut, saat ini sejumlah pemerintah daerah terus melakukan monitoring pembukaan lokasi wisata. Dan kalau pembukaannya tidak sesuai dengan protokol kesehatan, akan tegas kembali menutup dan melakukan pendampingan. (Ant)

Lihat juga...