Setelah Jalani Tes COVID-19, Usain Bolt Jalani Karantina Mandiri

Mantan sprinter Jamaica, Usain Bolt – Foto Ant

AKARTA – Pemegang rekor dunia sprint dan peraih delapan medali emas Olimpiade, Usain Bolt, menjalani isolasi mandiri sembari menunggu kabar dari menteri kesehatan setelah menjalani tes virus corona, Senin (24/8/2020).

Media di Jamaika menyebut, Bolt, pemegang rekor dunia lari 100m dan 200m itu, telah terinfeksi oleh virus corona. Sementara lewat pesan video yang diunggah di akun media sosialnya, Bolt mengatakan, telah melihat laporan itu setelah bangun tidur.

Alih-alih mengonfirmasinya secara gamblang, Bolt mengatakan, jika dia menjalani tes pada Sabtu (22/8/2020), karena dia harus terbang untuk alasan kerja, namun tidak memiliki gejala. “Aku akan mengarantina diriku dan menunggu konfirmasi untuk melihat apa protokolnya. Jaga diri, aku mengarantina diriku dan beristirahat,” kata satu-satunya sprinter yang memenangi emas nomor 100m dan 200m di tiga Olimpiade secara beruntun itu (2008, 2012, dan 2016).

Beberapa hari sebelumnya, pada 21 Agustus Bolt genap berusia 34 tahun, dan merayakannya dengan pesta di mana tak sedikit tamu yang datang tidak mengenakan masker, berjoget dengan lagu populer Lockdown yang dinyanyikan oleh penyanyi reggae Jamaica Koffee.

Sementara itu, kasus harian COVID-19 di negara kepulauan di Karibia telah meningkat menjadi lebih dari 50 kasus setiap harinya dalam empat hari terakhir. Beberapa pekan lalu, kasus harian di negara berpenduduk sekitar tiga juta itu kurang dari 10 kasus per harinya.

Jamaica sekarang memiliki 1.529 kasus, dan 16 orang meninggal karena COVID-19. Kenaikan jumlah kasus itu meningkatkan kekhawatiran menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang oleh Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness akan digelar pada September 2020, atau enam bulan lebih awal dari jadwal.

Sementara itu, otoritas setempat telah menunda pembukaan kembali sekolah-sekolah untuk satu bulan, sejumlah komunitas juga berada dalam karantina, dan jam malam diberlakukan pukul 19:00 sampai 05:00. Sejumlah gedung pemerintahan dan bisnis juga tutup menyusul peningkatan kasus positif tersebut. (Ant)

Lihat juga...