Setelah Pengumuman Inflasi Bank Sentral AS, Wall Street Dibuka Menguat

Pialang bekerja di New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, September 9, 2019 – Foto Ant

NEW YORK – Saham Wall Street, di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis (27/8/2020) pagi waktu setempat, setelah bank sentral AS, Federal Reserve, mengadopsi target inflasi rata-rata.

Tak lama setelah pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 123,84 poin atau 0,44 persen menjadi 28.455,76. Indeks S&P 500 juga bertambah 7,44 poin, atau 0,21 persen menjadi 3.486,17. Dan Indeks Komposit Nasdaq naik 18,36 poin atau 0,16 persen menjadi 11.683,42.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Kamis (27/8/2020) mengumumkan persetujuan pembaruan, pada pernyataannya tentang tujuan jangka panjang dan strategi kebijakan moneter. Bank sentral AS itu mengatakan, telah mengadopsi target inflasi rata-rata dan mengakui manfaat dari pasar tenaga kerja yang kuat.

“Setelah periode ketika inflasi terus berjalan di bawah dua persen, kebijakan moneter yang sesuai nampaknya akan bertujuan mencapai inflasi di atas dua persen untuk beberapa waktu,” kata Federal Reserve (Fed) dalam sebuah pernyataan.

Wall Street juga meneliti, banyak data ekonomi yang baru dirilis. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (27/8/2020), ekonomi AS berkontraksi pada tingkat tahunan sebesar 31,7 persen pada kuartal kedua, di tengah dampak COVID-19 yang meningkat.

Departemen Tenaga Kerja menyebut, klaim pengangguran awal AS, yang mengukur PHK secara kasar, mencapai 1 juta pada pekan yang berakhir 22 Agustus, menyusul klaim 1,1 juta pada pekan sebelumnya. Angka tersebut secara kasar sejalan dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, saham-saham Prancis ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (27/8/2020). Menghentikan kenaikan selama tiga hari beruntun sebelumnya, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 0,64 persen atau 32,46 poin menjadi menetap di 5.015,97 poin. Indeks CAC terangkat 0,80 persen atau 40,16 poin menjadi 5.048,43 poin pada Rabu (26/8/2020), setelah naik tipis 0,01 persen atau 0,38 poin menjadi 5.008,27 poin pada Selasa (25/8/2020) dan melonjak 2,28 persen atau 111,56 poin menjadi 5.007,89 poin pada Senin (24/8/2020).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, tercatat 33 saham mengalami kerugian. Sementara tujuh saham sisanya berhasil membukukan keuntungan. Perusahaan produsen mobil Prancis Peugeot mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, harga sahamnya kehilangan sebanyak 1,97 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan telekomunikasi multinasional Prancis Orange S.A. yang merosot 1,79 persen, serta perusahaan multinasional Prancis yang mengkhususkan diri pada peralatan listrik Schneider Electric turun 1,63 persen.

Sementara itu, perusahaan dirgantara multinasional Eropa Airbus terangkat 2,66 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan. Disusul oleh saham perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Prancis Publicis Groupe yang meningkat 2,42 persen, serta perusahaan jaringan perhotelan multinasional Prancis Accor naik 2,06 persen. (Ant)

Lihat juga...