Sikka Terapkan Pembelajaran Online dan Tatap Muka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Aktifitas belajar mengajar untuk murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Manengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baik secara daring (online) maupun secara tatap muka tetap berjalan hingga saat ini.

Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, SPd saat ditemui di sekolahnya, Kamis (6/8/2020). Foto : Ebed de Rosary

Pembelajaran di rumah dengan metode pendekatan Luar Jaringan (Luring) tetap dilakukan di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka kecuali Kecamatan Lela berdasarkan surat Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka.

“Anak-anak tetap belajar di luar sekolah termasuk dengan belajar tatap muka secara kelompok dengan peserta terbatas hanya 10 anak murid setiap pertemuan,” kata anggota komite SDI Nangameting, Maria W. Parera, Kamis (6/8/2020).

Meskipun demikian kata Maria, proses belajar mengajar hanya berlangsung selama 2 jam saja dan para murid juga lebih banyak diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah termasuk mengirimkan jawaban secara online menggunakan media sosial.

Ia mengaku mendukung proses belajar secara tatap muka tetapi tetap dengan memperhatikan standar Covid-19 dan waktu pembelajaran juga dibatasi. Dengan begitu, lanjutnya, anak didik juga bisa bertemu dan belajar bersama para guru.

“Kabupaten Sikka kan sudah masuk zona hijau sehingga seharusnya pembelajar secara tatap muka juga diperlonggar namun tetap memperhatikan standar Covid-19. Kasihan anak-anak di desa apabila tetap diterapkan pembelajaran secara daring atau online,” ujarnya.

Maria menyebutkan, anak-anak di desa-desa terpencil yang tidak ada sinyal telepon selular dan orang tuanya tidak mampu membeli telepon genggam android tentu akan kesulitan mengikuti metode pembelajaran ini.

“Pemerintah harus memikirkan cara yang efektif agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman serta sesuai protap Covid-19. Pembelajaran di luar ruangan dengan peserta terbatas dan tatap muka lebih efektif sebenarnya,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, SPd mengatakan sekolahnya tetap menerapkan pembelajar dari rumah dengan metode di luar jaringan sejak tanggal 20 Juli 2020.

Vitalis mengatakan, pembelajaran dilakukan di berbagai tempat baik fasilitas umum, fasilitas pemerintah maupun rumah orang tua wali murid. Peserta juga kata dia dibagi dalam kelompok termasuk para guru sesuai zona atau tempat tinggal siswa dan guru.

“Kami tetap menerapkan metode tatap muka terbatas di berbagai titik yang sudah disepakati serta pembelajaran secara online karena tatap muka juga terbatas sekali waktunya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha dalam suratnya tanggal 3 Agsutus 2020 menghentikan proses belajar dengan metode pendekatan di luar jaringan untuk Kecamatan Lela.

Dalam suratnya, Yell sapaannya, menghentikan proses belajar mengajar untuk jenjang TK, PAUD, SD atau sederajat serta SMP atau sederajat di Kecamatan Lela karena ada masyarakat yang positif tes Covid-19 di wilayah kecamatan tersebut.

“Kegiatan belajar dari rumah dengan pendekatan luar jaringan untuk Kecamatan Lela sementara waktu dihentikan dengan adanya hasil tes positif Covid-19 terhadap warga,” ujarnya.

Dengan penghentian metode pembelajaran ini, Yell menyarankan agar para guru menyiapkan bahan ajar cetak yang dibagikan kepada peserta didik, dengan mengantar langsung ke rumah atau siswa mengambilnya di sekolah.

Lihat juga...