Sinabung Kembali Erupsi, Pemkab Karo Bagikan 1.500 Masker

Anggota TNI mengamati langsung peristiwa erupsi gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2020) – Foto Ant.

MEDAN – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membagikan 1.500 masker kepada warganya, untuk menghindari pengaruh buruk abu vulkanik Gunung Sinabung yang meletus Sabtu (8/8/2020) dinihari.

Pembagian masker tersebut juga untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19. “Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil dan warga masyarakat yang tengah melaksanakan aktivitas di luar rumah,” kata Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin.

Masker dibagikan kepada warga yang tinggal di wilayah terdampak langsung letusan Sinabung. “Warga di Karo diharuskan menggunakan masker penutup bagian mulut dan bagian hidung agar terhindar dari penyakit,” tandasnya.

Natanil menyebut, saat ini Gunung Sinabung berada pada status Tingkat III atau Siaga. Dengan rekomendasi, warga maupun petani diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Serta tidak beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Puncak Gunung Sinabung.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2020) sekira pukul 01.58 WIB kembali meletus. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak (lebih kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat, dengan intensitas sedang hingga tebal, condong mengarah ke timur. Letusan ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik. Empat kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terdampak langsung letusan Gunung Sinabung yakni, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Merdeka. (Ant)

Lihat juga...