SP Online di Solok Selatan Diikuti 5.470 KK, Pemkab Terima Penghargaan dari BPS

Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman (tiga kanan), meneriman penghargaan dari kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi (tiga kiri), karena kinerjanya yang berhasil mendorong menyukseskan sensus daring, Senin(24/8/2020) – foto Ant

PADANG ARO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) atas kinerjanya mendorong pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SPO) BPS 2020.

SP Online di Solok Selatan tercatat diikuti 5.470 Kepala Keluarga (KK). Sehingga hasilnya melampaui target yang ditetapkan. Penghargaan dari Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, diserahkan Kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, di Padang Aro, Senin (24/8/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rahman, mengapresiasi seluruh unsur terkait dan juga masyarakat, yang telah mendukung terlaksananya SPO pada 15 Februari hingga 29 Mei 2020. Keberhasilan tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat mendukung terlaksananya sensus penduduk secara daring.

Dimana data-data yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi dasar perencanaan, evaluasi, dan pemetaan pembangunan kedepan. Ia mengimbau, masyarakat yang belum melaksanakan pendataan secara daring, dapat berpartisipasi aktif dalam sensus wawancara yang digelar September 2020. “Mari kita dukung sensus melalui wawancara langsung pada September 2020 dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar,” ujarnya.

Kepala BPS Solok Selatan, Abdul Razi mengatakan, hasil SPO 2020 di Kabupaten Solok Selatan mencapai 5.470 KK, atau 11,05 persen dari jumlah KK keseluruhan di Solok Selatan yang berjumlah 49.490 KK. Jumlah tersebut, berhasil mencapai 126,93 persen dari target yang ditetapkan.

Sebelumnya SP Online di Solok Selatan sebanyak sembilan persen dari total jumlah KK yang ada. Ia mengapresiasi kepada OPD di Pemkab Solok Selatan, masyarakat, para Camat, Wali Nagari, Jorong, serta unsur terkait lain, sehingga sensus daring dapat melampaui target yang telah ditetapkan.

Hal itu sesuatu yang sangat menggembirakan, dikarenakan keterbatasan kondisi di Solok Selatan seperti sinyal internet yang masih belum optimal, serta dalam kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melanda, tidak mempengaruhi antusias masyarakat mengikuti SP Online. “Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, Solok Selatan bisa melampaui target yang ditetapkan, dimana tidak semua daerah bisa melakukannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada September 2020 akan diadakan sensus dengan metode wawancara. Akan ada petugas yang mendatangi masyarakat secara langsung. “Semua petugas yang diterjunkan dalam sensus nanti akan diinstruksikan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” ujarnya.

Sensus penduduk dengan wawancara, juga akan dimanfaatkan petugas untuk menyisir seluruh wilayah, agar tidak ada penduduk yang tidak tercatat, termasuk penduduk yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Selanjutnya, sesuai kesepakatan bersama Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dengan BPS, akan ditindaklanjuti dengan pemberian NIK kepada penduduk yang belum memiliki NIK, sebagai upaya peningkatan kualitas data kependudukan. (Ant)

Lihat juga...