Status Waspada, Pendakian ke Gunung Slamet Masih Ditutup

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur meminta agar para pendaki tidak melakukan pendakian ke kawasan Gunung Slamet. Saat ini jalur pendakian masih ditutup, mengingat status masih waspada.

Junior Manager Bisnis Perhutani KPH Banyumas Timur, Sugito mengatakan, pendakian ke Gunung Slamet dilarang sampai radius dua kilometer dari kawah. Dan bagi pendaki yang nekad tetap naik sampai radius tersebut, akan diberi peringatan keras, dengan mem-blacklist selama dua tahun. Artinya pendaki yang melanggar akan dikenakan sanksi dilarang naik Gunung Slamet hingga dua tahun mendatang.

“Biasanya mendekati perayaan 17 Agustus, ada ribuan pendaki yang naik, mereka biasa melakukan upacara di atas. Namun, untuk saat ini jalur pendakian sampai ke puncak masih ditutup, pendaki dilarang naik hingga radius dua kilometer dari kawah,” terangnya, Minggu (9/8/2020).

Namun, untuk aktivitas camping masih dibuka, dengan catatan tidak mendekati radius tersebut. Misalnya pada jalur pendakian melalui Bambangan, Kabupaten Purbalingga, hanya diperbolehkan sampai di bawah pos 1 pendakian. Sedangkan di jalur Gunung Malang, pendakian hanya diperbolehkan hingga Wadas Gantung atau di pos 1 pendakian.

Di wilayah KPH Banyumas Timur terdapat tiga jalur pendakian, yaitu jalur Baturaden di  Kabupaten Banyumas, jalur Gunung Malang dan Bambangan  Kabupaten Purbalingga.

Terkait pendaki yang melanggar aturan radius dua kilometer dari kawah, Sugito mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah mem-blacklist 3 orang pendaki. Pendaki tersebut satu orang dari Jakarta dan dua orang dari Purbalingga.

Lebih lanjut Sugito menjelaskan, dua orang pendaki dari Purbalingga ini naik pada tanggal 12 Juni lalu. Mereka izin camping di area view Gunung Slamet atau di bawah pos 1, sehingga oleh petugas diperbolahkan, Namun, ternyata mereka naik hingga ke puncak.

“Jadi mereka mengelabui petugas, bilangnya mau camping di bawah pos 1, ternyata naik hingga ke atas. Hal tersebut diketahui beberapa hari kemudian melalui akun media sosial mereka yang mengunggah foto di puncak, sehingga langsung kita blacklist,” kata Sugito.

Semua identitas pendaki, tercatat dalam buku registrasi di pintu masuk, sehingga dengan mudah petugas mengetahui identitas pendaki yang melanggar aturan.

Sementara itu, dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet. Gambuhan, Pemalang, Drajat mengatakan, kondisi saat ini gempa hembusan masih terjadi di Gunung Slamet, sampai 350 kali per hari. Beberapa kali terjadi hujan abu di puncak dan terdengar suara dentuman.

Menurut Drajat, status Gunung Slamet saat ini sudah ditingkatkan dari level 1 atau normal menjadi level 2 atau waspada. Sehingga semua aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah dilarang, karena berpotensi terjadi erupsi.

“Karena itu, kami mengimbau kepada para pendaki untuk tidak naik sampai ke puncak pada perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini,” pungkasnya.

Lihat juga...