Stok Nira Terbatas, Produksi Gula Cetak DCML Cilongok Terhenti

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Produksi gula cetak di Desa Cermas Madiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas untuk sementara dihentikan karena karena keterbatasan bahan baku nira.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula Cilongok, Kabupaten Banyumas, Tri Riyanto di kantornya, Selasa (25/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula Cilongok, Tri Riyanto mengatakan, stok nira yang bisa dibeli dari petani kosong, sehingga ia tidak bisa memproduksi gula cetak. Nira yang yang tersedia hanya cukup untuk memproduksi gula kristal, mengingat produksi dalam bulan ini sedang kejar target untuk memenuhi pemesanan 15 ton.

“Beberapa petani memang sudah kontrak untuk menjual nira ke kita, namun sebagian dari mereka juga terikat dengan pengepul nira lainnya. Sehingga kita tidak bisa memaksa untuk menjual semua nira ke koperasi. Karena itu stok nira hanya cukup untuk produksi gula kristal saja,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Terakhir produksi gula cetak pada minggu kedua bulan Agustus lalu. Produksi juga terbatas, hanya dengan bahan baku 100 liter nira dan setelah diolah menghasilkan 17 kilogram gula cetak.

“Kita sudah mendapatkan kualitas nira yang bagus dari petani dan dibeli dengan harga Rp 2.000 per kilogram, tetapi jumlahnya terbatas dan hanya menghasilkan 17 kilogram gula cetak minggu lalu,” terangnya.

Mengingat hasil produksi yang sedikit tersebut, maka olahan gula cetak akhirnya diolah kembali untuk dibuat gula kristal.

Pasar gula cetak sebenarnya masih terbuka luas. Pada awal Agustus lalu, pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri memproduksi hingga 60 kilogram gula cetak. Gula tersebut dijual di pasar lokal dengan harga Rp 14.500 per kilogram.

“Awal bulan lalu, produksi gula cetak kita jual dan hasilnya sekitar Rp1 juta, jadi sebenarnya pasar gula cetak masih sangat luas dan penjualannya juga mudah,” jelas Tri Riyanto.

Sementara itu, pekerja di pabrik gula, Adit mengatakan, pengolahan gula kristal dengan bahan baku gula cetak relatif lebih cepat dalam memasaknya. Gula tinggal dihancurkan kemudian dimasak dalam waktu yang tidak tertalu lama, Berbeda dengan pengolahan gula kristal yang menggunakan bahan baku nira, untuk memasaknya dibutuhkan waktu berjam-jam.

“Kalau dari bahan baku nira, harus kita masak hingga tiga jam lebih, sampai nira mengental, setelah itu adonan ditunggu sampai dingin terlebih dahulu, baru kita gosok sampai berbentuk butiran kristal,” tuturnya.

Menurut Adit, harga gula kristal yang jauh lebih mahal dibandingkan gula cetak sangat wajar, sebab dalam proses pengolahannya juga lebih lama.

Lihat juga...