Sukses Atasi Hama Tikus Produktivitas Panen Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Dinas Pertanian Kabupaten Sleman bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Yogyakarta, sukses meningkatkan produktivitas hasil panen padi hingga mencapai 1 ton per hektar GKP di kawasan emdemik hama tikus seluas 50 hektar.

Peningkatan produktivitas hasil panen ini menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi Trap Barrier System (TBS) maupun metode tanam serempak yang secara efektif mampu menanggulangi serangan hama tikus dalam skala besar.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Sleman, Heru Saptono, mengatakan, Bulak Kragilan, Sidoluhur, Godean, Sleman, merupakan salah satu kawasan endemik hama tikus di Kabupaten Sleman. Salah satu penyebabnya adalah karena pola tanam petani yang dilakukan tidak secara serentak atau bersama-sama.

“Karena itu kita mencoba menerapkan penanaman secara serentak di lahan seluas 50 hektar. Berkolaborasi dengan BPTP Yogyakarta kita juga menerapkan Trap Barrier System. Termasuk juga menggiatkan gropyokan tikus. Dan hasilnya luar biasa. Produktivitas meningkat dari semula 5,9 menjadi 6,9 ton per hektar,” ujarnya dalam kegiatan panen raya di Bulak Kragilan, Sidoluhur, Godean, Sleman, Jumat (7/8/2020).

Keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas hasil panen ini diakui Heru sangat penting dalam menopang ketersediaan pangan masyarakat khususnya di wilayah kabupaten Sleman. Selain menjadikan kabupaten Sleman sebagai daerah surplus, secara nasional juga akan mampu menyumbang pendapatan negara di tengah situasi krisis saat ini.

Sementara itu, Kepala BPTP Balitbangtan Yogyakarta, Soeharsono, mengatakan, konsep gotong-royong dan kebersamaan petani menjadi kunci dalam upaya pengendalian serangan hama tikus secara terpadu. Dimana setiap petani bisa melakukan pola tanam secara serempak atau bersama-sama di sebuah kawasan.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian BPTP Balitbangtan Yogyakarta, Soeharsono, saat dijumpai Cendana News, Jumat (7/8/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita mencoba menerapkan inovasi pengendalian hama tikus terpadu dengan memakai Trap Barrier System. Tentu ini juga harus didukung budaya kebersamaan petani atau masyarakat yang menerapkan pola tanam serempak. Dan hasilnya luar biasa. Dalam satu kawasan seluas 50 hektar bisa tertangkap 1300 tikus,” katanya.

Lihat juga...