Surabaya Terapkan Tiga Metode Pembelajaran Selama Pandemi

SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menerapkan tiga metode pembelajaran untuk peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama pandemi COVID-19.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan selama pandemi COVID-19 telah membuat suasana di seluruh dunia berbeda seperti tahun sebelumnya atau hari-hari sebelumnya, seperti perubahan dalam kebiasaan hidup, termasuk pula pada proses belajar mengajar di sekolah.

“Kami berharap kepada anak-anak agar tidak ragu, takut atau kurang nyaman dengan kondisi yang berbeda. Sebab, perubahan ini adalah salah satu upaya untuk mencegah virus tersebut,” katanya di Surabaya, Minggu (9/8/2020).

Adapun tiga metode yang diterapkan selama ini mulai dari pembelajaran daring, luring melalui penugasan di masing-masing rumah siswa hingga yang terbaru adalah menggandeng kerja sama dengan stasiun televisi swasta.

“Kita harus tetap semangat meskipun belajar melalui televisi. Biasakan yang tidak biasa, kita biasakan dengan cara belajar melalui televisi,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan walaupun dalam suasana yang sangat terbatas, kualitas pembelajaran ini diperlukan agar anak-anak semakin pintar.

Untuk itu, lanjut dia, Dispendik Surabaya menyiapkan beberapa varian metode pembelajaran agar anak-anak tidak merasa bosan. “Kerja sama bersama televisi itu adalah varian pilihan dengan harapan semua anak-anak Surabaya bisa belajar dengan mudah,” kata Supomo.

Menurut dia, pihaknya sebelumnya juga menyediakan akses literasi belajar bagi siswa jenjang SD dan SMP baik itu melalui daring maupun luring dengan memberikan materi tugas setiap minggu kepada anak-anak.

“Itu semua kita lakukan supaya kualitas pembelajarannya bagus. Mereka anak-anak tidak bosan. Dengan demikian pembelajaran ini berjalan dengan menarik,” katanya.

Sedangkan pada metode pembelajaran baru melalui siaran langsung di televisi swasta, para pelajar dapat langsung bertanya kepada para pengajar melalui sambungan telepon. Para pengajar di program belajar melalui televisi itupun diisi oleh para guru berdasarkan mata pelajarannya.

Pengajar itu berasal dari sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mengatur jadwal mata pelajarannya sedemikian rupa. “Ada guru dari sekolah negeri, ada dari swasta, bergantian jadwalnya. Realisasinya mulai Senin (3/8) kemarin,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...