‘Swab Test’ ASN Balai Kota Pariaman Negatif, Tetap ‘WFH’

Editor: Makmun Hidayat

PARIAMAN — Meski hasil swab test kepada seluruh pegawai di Balai Kota Pariaman, Sumatera Barat, negatif. Pemerintah Kota Pariaman mengambil langkah untuk menerapkan kebijakan kembali work from home (WFH).

Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan, pemberlakuan WFH dilaksanakan kembali karena meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Pariaman. Bahkan kini Pariaman yang sebelumnya di zona hijau harus kembali berstatus zona merah.

“Kebijakan itu ditempuh menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pariaman,” kata dia, Kamis (27/8/2020).

Ia menyebutkan ada waktu yang ditentukan terkait kebijakan bekerja di rumah bagi pegawai negeri sipil di Pariaman, yakni terhitung hari ini Kamis 27 Agustus hingga 11 September 2020 mendatang. Bagaimana selanjutnya, kata Wawako, akan lihat dulu kondisi hingga berakhir waktu bekerja di rumah tersebut.

Dikatakannya, bekerja dari rumah dilaksanakan juga sesuai dengan edaran nomor 800/723/BKPSDM-2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jadi kita perlu untuk melakukan penyesuaian sistem kerja ASN. Seperti apa jadwalnya kita serahkan ke OPD masing-masing untuk mengaturnya,” sebut dia.

Sementara terkait dengan pelayanan langsung kepada masyarakat termasuk pemerintahan desa, akan tetap memberikan pelayanan di kantor seperti biasa sesuai dengan jam kerja. Hanya saja, untuk kepala OPD/pemerintahan desa terlebih dahulu mengatur dan menyusun jadwal siapa yang bertugas memberikan pelayanan.

Bagi staf yang tidak mendapatkan jadwal shift atau OPD yang memberikan pelayanan tidak langsung kepada masyarakat, akan bekerja dari rumah dengan ketentuan tidak diperkenankan keluar daerah tanpa seizin pimpinan, alat komunikasi tetap diaktifkan agar apabila dibutuhkan langsung bisa dikontak.

“Untuk kehadiran akan dilakukan secara online melalui media group,” ujarnya.

Ia berharap semua ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman akan melaksanakan edaran ini dengan baik dan benar. Apabila tidak dilaksanakan atau melenggar, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul, mengatakan, hasil tes swab 59 pegawai Pemko Pariaman telah keluar, semuanya negatif. Tes swab telah dilakukan uji sampel di Fakultas Kedokteran Laboratorium UNAND.

Tim labor mengeluarkan hasilnya dengan nomor surat 815/08/PDRPI-FK/2020 tertanggal 26 Agustus 2020, dimana sebanyak 59 ASN dan non ASN yang diambil swab pada hari senin yang lalu, kesemuanya hasilnya negatif.

“Untuk pemeriksaan tes swab bagi jajaran Pemerintah Kota Pariaman ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman secara berkala, hingga beberapa hari ke depan,” sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa pengambilan tes swab tersebut, sebagai langkah antisipasi untuk memutus penularan di jajaran Pemerintah Kota Pariaman. Hal itu juga menyikapi adanya ASN di lingkungan kantor Balai Kota Pariaman yang positif Covid-19.

Untuk pemeriksaan tes swab selanjutnya, dimulai pada hari ini sampai tanggal 2 September mendatang di Balaikota Pariaman. Dinkes berharap tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif tertular Covid-19 di jajaran Pemko Pariaman.

Lihat juga...