Tarakan Terbitkan Perwali Protokol Kesehatan

Wali Kota Tarakan, Khairul di Tarakan, Senin (24/8/2020) – Foto Ant

TARAKAN – Wali Kota Tarakan mengeluarkan Peraturan Walu Kota (Perwali), mengenai protokol kesehatan saat pandemi COVID-19, guna menekan angka kasus positif COVID-19 di daerah tersebut.

“Akan ada arahan penerapan sanksi protokol kesehatan, karena transmisi lokal yang saat ini kita khawatirkan,” kata Wali Kota Tarakan, Khairul, Senin (24/8/2020).

Penularan berpotensi terjadi karena dibukanya pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara. Sementara pembukaan tidak diikuti dengan skreening, untuk penumpang yang masuk. Saat ini, total kumulatif kasus positif COVID-19 di Tarakan mencapai 132 orang. Jumlah kumulatif pasien yang dinyatakan sembuh di Tarakan sebanyak 101 orang, jumlah sampel yang sudah dikirim 2.032, dan sampel yang menunggu hasil 142.

Selama lima bulan sebelumnya diberlakukan karantina dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ada 88 kasus. Dan saat dibuka bandara dan pelabuhan, mulai 1 Agustus sampai 24 Agustus 2020, jumlah kasus positif masih ada 44 orang.

Selain itu, daerah kabupaten dan kota di Kalimantan Utara (Kaltara) juga mengalami lonjakan, karena bandara dan pelabuhan di Tarakan sebagai gerbang sudah dibuka. “Dibutuhkan kesadaran dan mengingatkan institusi pemerintah dan swasta, agar disiplin bila selesai bepergian ke luar kota kalau bisa isolasi mandiri 14 hari. Kalau mau cepat yah uji swab,” kata Khairul.

Jumlah kasus COVID-19 yang meningkat di Tarakan selama bulan Agustus ini adalah fakta, bahwa belum dilaksanakannya protokol kesehatan dengan baik. Fakta lainnya adalah, adanya transmisi lokal di keluarga dan kantor. Namun, yang lebih ditakutkan transmisi lokal di komunitas. “Penegakan hukum akan dilakukan dan mengundang Forkopimda. Mulai dilakukan pengetatan , tapi bukan PSBB,” pungkas Wali Kota. (Ant)

Lihat juga...