Target Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Kembali Naik di 2021

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menaikkan target penerimaan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok pada tahun  2021 mendatang, sebesar Rp172,8 triliun atau naik 4,8 persen dari outlook tahun ini.

“Tahun ini kan target kita Rp164,94 triliun, jadi dengan rancangan tahun depan, kita naik Rp7,86 triliun. Total target penerimaan cukai keseluruhan pada 2021 naik 3,6 persen,” ujar Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi dalam jumpa pers virtual, Selasa (25/8/2020).

Kenaikan target penerimaan itu sendiri akan dikejar melaui kenaikan tarif cukai rokok. Heru mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah aspek untuk memformulasikan kenaikan tarif tersebut pada tahun depan. Menurutnya, keputusan mengenai kenaikan tarif cukai akan diumumkan pada akhir September atau awal Oktober 2020.

“Kalau secara historis biasanya kita, Kementerian Keuangan, mengumumkan akhir September atau awal Oktober. Saya kira ini akan konsisten dengan sebelum-sebelumnya,”  tandas Heru.

Selain itu, Heru menjelaskan, pertimbangan dalam menentukan tarif cukai rokok tersebut meliputi aspek kesehatan, keberlanjutan industri termasuk petani cengkih dan petani tembakau, potensi peredaran rokok ilegal, serta target penerimaan yang ditetapkan dalam RAPBN 2021.

“Pada 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.152/ PMK.04/2019 telah menaikkan tarif cukai di hampir semua seluruh golongan. Kenaikan tarif cukai itu rata-rata sebesar 23 persen dan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok sekitar 35 persen,” papar Heru.

Hingga 31 Juli 2020, penerimaan CHT juga tetap mencatatkan pertumbuhan positif walaupun di tengah pandemi Covid-19. Penerimaan cukai rokok tercatat senilai Rp85,55 triliun atau tumbuh 8,09 persen dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun lalu.

Realisasi itu mencapai 51,87 persen dari target dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2020 senilai Rp164,94 triliun.

Lihat juga...