TdS 2021 Akan Lintasi 3 Provinsi di Sumatra

Editor: Koko Triarko

PADANG – Kendati event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2020 urung dilakukan karena adanya pandemi Covid-19, namun  Pemerintah Provinsi Sumatra Barat telah mempersiapkan rencana yang lebih besar untuk TdS 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Novrial, mengatakan alasan ditiadakannya TdS 2O2O, karena Indonesia serta beberapa negara lainnya masih dilanda wabah Covid-19. Sehingga, memperhitungkan dampak terburuk Covid-19, maka TdS 2020 ditiadakan dan akan kembali ada pada 2021.

Tetapi, katanya, akan ada kejutan besar yang kini tengah dipersiapkan oleh Pemprov Sumatra Barat untuk 2021 itu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat Novrial, ditemui belum lama ini/Foto: M Noli Hendra

Belum lama ini, pihak Dinas Pariwisata telah bertemu dengan pihak Pemprov Riau terkait rencana mengikutsertakan Riau menjadi bagian dari rute TdS 2021 mendatang.

Padahal, untuk TdS 2019, rute TdS telah melintasi sejumlah daerah Provinsi Jambi. Keinginan memperluas rute etape TdS ini juga seiring adanya tagline dari TdS, yakni Connecting Sumatra, yang artinya TdS menghubungkan Sumatra.

“Sebenarnya sudah lama kita rencana ini, bisa melintasi tiga provinsi ini, karena memang berdekatan dengan Sumatra Barat. Tapi, baru Jambi pada 2019 yang siap. Dan belum lama ini, Riau yang ikut menyatakan siap pula ikut TdS 2021 nanti,” jelas dia, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, dengan adanya keinginan Riau menjadi bagian dari TdS 2021, maka langkah selanjutnya perlu adanya kerja sama yang ditandatangani oleh masing-masing gubernur. Setelah itu, baru diancang rute yang hendak dilalui.

Novrial menyebutkan, kendati pada TdS 2021 nanti melibatkan provinsi tetangga, yakni Jambi dan Riau, TdS tetap menjadi event tahunan Sumatra Barat, dan tidak akan mengubah ekstensi lainnya. Namun, Pemprov Sumatra Barat juga ada rencana untuk menyerahkan penyelenggaraannya kepada pihak swasta.

“Sinyal ke arah itu telah dibicarakan secara informal dengan pimpinan (gubernur). Karana memang ada beberapa pihak yang telah menawarkan, agar TdS itu diserahkan ke pihak ke tiga,” kata dia lagi.

Ia menyebutkan, bahwa secara prinsip penyelenggaraan TdS 2021 yang dikerjakan oleh pihak swasta telah disetujui. Kini, Pemprov Sumatra Barat tinggal mencari aturan dan formatnya saja.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dispar Sumatra Barat, Hendri Agung Indrianto, mengatakan, event TdS adalah sebuah momen promosi pariwisata. Untuk itu, pada prinsipnya Dinas Pariwisata Provinsi Riau menyambut baik usulan perluasan rute TdS.

“Namun, tentunya hal ini harus dibicarakan di tingkat pimpinan dan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Selain keinginan Kabupaten/Kota menjadi Host Finish/Start Etape, tentunya harus dianalisa dengan seksama letak Geografis Kabupaten/Kota, apakah tepat konektivitasnya,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, adanya pembicaraan antara Pemprov Sumatra Barat dengan Riau, merupakan tindak lanjut dari Surat Kadis Pariwisata Sumbar kepada Kadis Pariwisata Riau pada Februari 2020. Surat itu perihal rencana bergabungnya Riau menjadi bagian rute TdS 2021.

Menurutnya, adanya perluasan rute TdS 2021 itu sejalan dengan tagline TdS, yaitu Connecting Sumatra, artinya daerah-daerah di Sumatra Barat bisa saling terhubung untuk dilalui para pembalap sepeda dunia.

“TdS yang merupakan event Sport Tourism, sangat cocok untuk dijadikan event promosi pariwisata bersama yang telah disepakati dan menjadi hasil Rakor Gubernur se-Sumatra beberapa waktu yang lalu,” ujar dia.

Sebelumnya, pelaksanaan TdS 2019 telah melibatkan Provinsi Jambi, di mana Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh telah berhasil dengan sukses menjadi tuan rumah sebagai Host Start dan Finish.

Sedangkan pada penyelenggaraan 2021, TdS kemungkinan besar akan lebih luas lagi jangkauannya di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin. Kedua daerah tersebut telah menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi.

Lihat juga...