Terdampak Pandemi, Pelaku Pariwisata Beralih Usaha Sembako 

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia, sehingga tidak heran banyak pelaku pariwisata terpaksa harus menutup usaha wisatanya dan beralih ke usaha lainnya untuk bisa tetap bertahan. Seperti yang dialami salah satu pelaku usaha tour and travel di Malang, Kuswadi Rawit. 

Dikatakan Kuswadi, terhitung sejak bulan Maret lalu, akibat pandemi Covid-19 ia terpaksa harus menghentikan usaha tour and travel dan beralih ke usaha sembako.

“Begitu ada pengumuman pandemi Covid-19 di Indonesia, kami langsung terkena dampaknya dengan menutup usaha tour and travel,” ucapnya saat ditemui di Posko Satgas Covid-19 Vila Bukit Tidar, Selasa (25/8/2020).

Diceritakan Kuswadi, usai menghentikan usaha tour and travel-nya, ia sempat gelisah dan bingung harus melakukan apa supaya bisa tetap bertahan. Kuswadi bersama tim terus berpikir kira-kira usaha apa yang sekiranya perputaran uangnya cepat untuk memutar uang yang masih ada pada saat itu.

Setelah berpikir dan melihat situasi kondisi yang ada, kemudian tercetuslah ide untuk memulai usaha sembako karena pada saat itu momennya banyak masyarakat yang membutuhkan sembako untuk bakti sosial.

“Bersyukur dengan niat baik tersebut, akhirnya kami bisa membuka toko sembako ‘Bismillah Bangkit’,” ucapnya.

Kantornya yang dulu dipakai untuk operasional tour and travel, kini diubah total fungsinya di mana lantai satu dijadikan toko sembako dan lantai dua dijadikan kantor.

Agar dapat bersaing dengan toko sembako lainnya, Kuswadi mengaku telah melakukan survei lapangan sekaligus survei harga dengan membanding harga dari satu pabri ke pabrik yang lain supaya bisa mendapatkan harga paling rendah.

“Saya ingin usaha sembako tapi saya tidak mau harganya sama dengan yang lain, harus di bawahnya. Akhirnya saya melakukan analisis pasar dengan mencari kebiasaan konsumen, merek apa yang biasa mereka cari, daya belinya seperti apa, berapa banyak yang mereka butuhkan termasuk juga harganya. Itu yang kita pelajari dulu,” akunya.

Selain itu Kuswadi juga melayani pengiriman sembako bebas biaya kirim se Malang raya.  Bahkan pada saat ada baksos, banyak pesanan dari luar daerag Malang seperti Probolinggo, Pasuruan, Surabaya.

“Alhamdulillah teman-teman pariwisata juga mendukung usaha kami sehingga usaha sembako ini bisa berjalan dengan baik hingga saat ini. Melalui usaha ini, kami juga bisa membantu 15 orang tim kami yang awalnya gelisah dan bingung, kini mulai bangkit,” ucapnya.

Kuswadi juga merasa sangat bersyukur karena saat ini industri pariwisata mulai bangkit dan banyak tempat-tempat wisata yang sudah mulai dibuka.

“Ini pertanda baik karena bararti usaha tour and travel saya bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Lihat juga...