Terkena Sakit Kepala Tegang, Ini Cara Hilangkan Nyerinya

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Banyaknya tekanan dalam kehidupan seringkali memengaruhi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya adalah tension headache atau sakit kepala tegang.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Yarsi dr. Denny Wibisono, SpKFR, M.Kes, menyatakan belum ditemukan penyebab pasti dari tension headache ini. Tapi mayoritas penelitian mengkorelasikannya dengan stres yang berlebih.

“Rasa nyeri yang timbul di kepala bagian samping dan belakang. Karena yang area tersebut memiliki otot dan saraf yang banyak,” kata Denny saat talkshow online, Jumat (28/8/2020).

Para pasien yang mengalami tension headache menyampaikan keluhan yang mereka rasakan adalah seperti ada tali atau penjepit yang mengikat kuat daerah kepala atau leher mereka.

“Walaupun rasa sakit hanya dirasakan kuat pada satu sisi kepala, pengaruhnya akan terasa pada seluruh bagian kepala,” ujarnya.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Yarsi dr. Denny Wibisono, SpKFR, M.Kes, saat talkshow online, Jumat (28/8/2020). -Foto Ranny Supusepa

Tingkat keparahan nyeri pun bisa bervariasi. Ada yang ringan, sedang hingga berat yang mampu mempengaruhi kondisi fisik maupun emosional dari penderitanya.

“Untuk terapi tanpa obat yang bisa dilakukan, yang pertama adalah stretching atau relaksasi bagian leher. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan pada serabut otot yang ada di sekitar leher dan kepala,” kata Denny lebih lanjut.

Langkah selanjutnya, adalah dengan melakukan gerakan sudut sendi leher.

“Bisa juga dilakukan pelenturan serabut otot dengan mengkompres daerah nyeri dengan bungkusan es untuk terapi menghilangkan nyerinya,” imbuhnya.

Untuk jangka panjang, yaitu mencegah timbulnya rasa nyeri, bisa dilakukan terapi otot.

“Bisa dengan menerapkan teknik relaksasi, pengaturan napas, yoga, meditasi maupun terapi lainnya yang tujuannya untuk menurunkan kadar stres,” ujarnya.

Jika keluhan tetap berlanjut, Denny menyarankan untuk mendatangi fasilitas rehabilitasi medik.

“Karena nyeri yang berkelanjutan berpotensi mengganggu kualitas hidup. Kalau datang ke fasilitas rehabilitasi medik, akan bisa dilakukan diagnosa menyeluruh untuk melihat penyebab dari rasa nyerinya,” pungkasnya.

Lihat juga...