Tiga Damkar Dikerahkan Padamkan Truk Terbakar di Jalinsum Bakauheni

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan padamkan truk terbakar di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada pukul 07.20. Dua unit mobil damkar dari pemerintah kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dan satu dari PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni berjibaku memadamkan api.

Rully Fikriansyah (kiri), Kabid Damkar Pemkab Lampung Selatan mengerahkan dua unit kendaraan damkar untuk memadamkan api yang membakar truk coltdiesel bermuatan oli bekas di Jalinsum Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, Jumat (7/8/2020). Foto: Henk Widi

“Butuh satu jam memadamkan api,” sebut Rully Fikriansyah, Kabid Damkar Pemkab Lamsel saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (7/8/2020).

Ia menyebut mendapat informasi pertama insiden mobil terbakar dari anggota kepolisian Polsek Penengahan. Dua unit damkar meluncur ke lokasi kejadian musibah di Jalinsum Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni. Api sulit dipadamkan karena kendaraan truk colt diesel yang terbakar membawa oli bekas. Api semakin membesar akibat bahan mudah terbakar tersebut.

Imbas mobil terbakar di Jalinsum tersebut arus lalu lintas kendaraan dari Kalianda ke Bakauheni sempat macet. Sejumlah personil Polsek Penengahan dikerahkan mengamankan arus lalu lintas yang tengah sibuk pada pagi hari.

“Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan dari arah berlawanan karena truk colt diesel yang terbakar sudah tidak dikemudikan oleh sopir puluhan meter dari titik awal hingga menabrak ke pagar tempat penggergajian kayu milik warga desa Hatta,” terang Rully Fikriansyah

Warga menyebut mereka tidak berani mendekat karena takut truk meledak. Terlebih lokasi truk terbakar berada di dekat lokasi penggergajian kayu.

Sopir bisa menyelamatkan diri setelah truk yang dikemudikannya terbakar. Kerugian akibat truk kebakar tersebut diperediksi mencapai ratusan juta rupiah. Sebab selain mobil semua isi muatan ludes terbakar.

Sodik, pengemudi truk bernomor polisi B 9633 PDB menyebut membawa sekitar belasan drum oli bekas dan rencananya akan dibawa dari Palembang tujuan Tangerang. Sesampainya di Desa Hatta ia diberitahu warga yang melintas ada percikan api di dalam mobil. Karena panik ia melompat dari truk dan tidak sempat memasang rem tangan sementara lokasi berada di Jalinsum yang menurun.

“Saya langsung loncat dan mobil tidak bisa dikendalikan jalan sendiri menabrak pagar pembatas tempat penggergajian kayu,” terangnya.

Ia menyebut sempat memadamkan truk terbakar namun tidak berhasil. Pemadaman bisa dilakukan setelah tiga unit damkar dikerahkan oleh Pemkab Lamsel dan ASDP Bakauheni. Selama proses pemadaman yang dilakukan sulit dilakukan imbas bahan bahan mudah terbakar. Sodik menyebut mengaku sempat mengamankan surat surat kendaraan yang ada di bawa dalam tas.

Tumenggung Lekok, kepala desa Hatta, Kecamatan Bakauheni menyebut imbas truk terbakar sempat menghantam lokasi tempat penggergajian. Namun bangunan terbuat dari besi tersebut tidak terimbas truk yang terbakar. Hanya sejumlah taman dan pagar pembatas yang rusak. Meski insiden terjadi di desanya tidak ada kerugian material dan korban jiwa.

Lihat juga...