Tim Pakar Apresiasi Denpasar Konsisten Tangani Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah saat dialog di Gedung BNPB, Jakarta beberapa waktu lalu. Foto Tim Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19

JAKARTA — Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengapresiasi Denpasar sebagai kota yang konsisten dalam menekan laju kasus baru terkonfirmasi positif. Kota Denpasar menempati posisi terendah dari 10 kota besar yang telah dianalisis baik berdasarkan jumlah kumulatif kematian dan angka kematian per 100 ribu penduduk.

Hal ini disampaikan Dewi saat memaparkan data jumlah kumulatif kematian dan angka kematian per 100 ribu penduduk di peringkat nasional. Terdata Kota Surabaya berada di peringkat pertama nasional, disusul oleh Kota Semarang pada peringkat ke-2, dan Jakarta Pusat di peringkat ke-3 pada dua analisis angka kematian tersebut.

“Berbeda dengan Kota Denpasar yang menempati posisi terendah dari 10 kota besar yang telah dianalisis baik. Baik berdasarkan jumlah kumulatif kematian dan angka kematian per 100 ribu penduduk. Sedangkan, dari jumlah total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kota Denpasar berada di peringkat ke-63 jumlah kumulatif kematian, dan peringkat ke-77 pada analisis angka kematian per 100 ribu penduduk,” kata Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah lewat keterangan Tim Komunikasi Satgas Covid-19 di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Dewi mengatakan, Kota Denpasar juga melihat angka kematiannya kecil. Meskipun jumlah kasus banyak, tetapi Denpasar berada di peringkat 63 untuk jumlah angka kematian. Kemudian kalau dilihat kematian per 100 ribu penduduk mulai berubah lagi urutannya. Dimana persentase kasus aktif dari 10 kota besar yang telah dianalisis, hasil analisis tersebut menunjukkan Kota Denpasar memiliki angka persentase kasus aktif terendah, yaitu 6.84 persen.

Lihat juga...