Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Muara Gembong, KKP Berikan Motivasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memotivasi nelayan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hal tersebut dimaksud dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan. Tujuannya untuk membantu nelayan bisa lebih produktif baik dari hasil tangkapan ikan maupun melalui usaha lainnya.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Ridwan Mulyana, menyampaikan langkah tersebut dilakukan agar usaha nelayan tidak berhenti akibat pandemi Covid-19.

“Untuk menghadapi dampak ekonomi Covid-19 ini, program pemberdayaan nelayan melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan dan keluarganya menjadi solusi,” kata Ridwan, Jumat (28/8/2020).

Dikatakan bahwa pemberian beragam inovasi usaha bagi nelayan agar mereka tidak lagi bergantung pada usaha tunggal menangkap ikan semata.

“Tidak hanya nelayan, tapi juga keluarganya (istri/anak nelayan) yang berpartisipasi dalam pengembangan produk perikanan berupa kerupuk ikan dan bakso ikan. Kita berikan pembekalan juga tentang packaging dan branding dalam peningkatan nilai mutu produk perikanan,” ungkap Ridwan.

Untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan diberikan pemahaman mengenai manfaat dari teknologi digital aplikasi Laut Nusantara yang sekaligus berfungsi untuk memastikan keamanan nelayan dalam melaut.

Salah satu fitur yang ada pada aplikasi ini adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, cuaca terkait kecepatan angin dan kondisi gelombang yang selama ini tidak bisa nelayan perkirakan.

“Selain itu ada fitur perhitungan BBM hingga fitur panggilan darurat. Teknologi digital ini ditujukan bagi nelayan skala kecil yang beroperasi tidak lebih dari 20 mil dari garis pantai,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh total 100 peserta terdiri dari 50 orang nelayan dan 50 orang istri nelayan dari Kecamatan Muara Gembong dengan menerapkan protokol kesehatan seperti cek suhu badan, menjaga jarak, menggunakan masker, dan menyediakan hand sanitizer serta tempat mencuci tangan.

Ridwan berharap peserta dapat berkomitmen untuk mengelola dan meningkatkan usaha perikanan tangkap maupun usaha ekonomi produktif lainnya melalui pemberdayaan nelayan.

Dia juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi melalui pendampingan penyuluh perikanan, dan Aparatur Desa untuk senantiasa mendampingi usaha nelayan khususnya peserta kegiatan ini, agar dapat berkembang secara berkelanjutan, tidak berhenti sampai dengan selesainya kegiatan ini.

“Semoga nelayan dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan menumbuhkan motivasi wirausaha untuk menciptakan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif yang produktif sebagai mata pencaharian alternatif,” tutup Ridwan.

Lihat juga...