Tujuh Daerah di Sultra Dijadikan Lokus Penanganan Kekerdilan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala (Dinkes) Sultra, Muhammad Ridwan – Foto Ant

KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjuk tujuh kabupaten menjadi lokus atau titik penanganan masalah kekerdilan di provinsi tersebut.

“Tujuh daerah yang manjadi lokus penanganan stunting (kekerdilan) di Sultra yakni, Kabupaten Buton, Kolaka, Muna, Wakatobi, Buton Selatan, Kolaka Timur, dan Konawe Kepulauan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sultra, Muhammad Ridwan, di Kendari, Kamis (13/8/2020).

Ridwan menyebut, beberapa faktor penyebab kekerdilan adalah, kurangnya pemahaman orang tua terhadap asupan gizi saat kondisi hamil, kondisi lingkungan, serta faktor ekonomi. “Yang menjadi perhatian terhadap pemberantasan stunting juga adalah adanya kebiasaan-kebiasaan, misalnya di suatu daerah tertentu misalnya anak tidak bisa makan ini karena nanti dia begini, jangan kasih banyak makan anakmu ikan, nanti dia cacingan, Nah ini yang bahaya yang jadi penyebab stunting ini salah satunya,” jelasnya.

Menurut Ridwan, dalam mengatasi masalah kekerdilan diperlukan peran semu pihak. Baik orang tua maupun instansi terkait. “Jadi tidak bisa kalau hanya bidang kesehatan saja, karena bidang kesehatan hanya pada status gizinya, hanya mengintervensi pada status gizinya dalam hal pemberian makanan tambahan. Semua stakeholder (pemangku kepentingan), baik itu pemerintah, orang ekonominya juga harus berperan dalam memberantas stunting itu,” tandasnya.

Kepala Seksi Gizi Dinkes Sultra, Almin mengatakan, angka kekerdilan di Sultra dalam waktu dua tahun terakhir mengalami penurunan. Dari catatan Almin, angka kekerdilan di Sultra dalam waktu dua tahun terakhir mengalami penurunan. “Kalau tahun lalu 2018, 2019 angka stunting kita mencapai sekitar 28,8 persen, sekarang sekitar 27 persen,” ungkapnya.

Almin menyebut, upaya yang dilakukan saat ini untuk menekan angka kekerdilan di Sultra salah satunya membuat Rumah Cegah Stunting (RCS). “Jadi kita upayakan, semua kabupaten dan kota itu harus membuat satu RCS. Kebetulan yang sudah diluncurkan baru ada di Kota Kendari yang ada di Puskesmas Mata dan Kabupaten Konawe yang ada di Puskesmas Anggalamoare,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...