Uang Jasa KLB DBD Paramedis RS TC Hillers Maumere, Belum Dibayarkan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Paramedis di BLUD RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyesalkan belum terbayarnya uang jasa Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi mereka, meskipun status KLB itu telah dicabut.

Paramedis mempersoalkan pembagian uang jasa tersebut, karena menurut manajemen rumah sakit uang itu dibagi merata kepada semua karyawan, termasuk pegawai manajemen, sementara tenaga medis menolaknya.

“Pihak manajemen RS TC Hillers jangan sesuka hati mengelola keuangannya dengan berdalih status mereka Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ini hak tenaga medis yang harus diberikan, bukan dibagi juga kepada manajemen,” ungkap Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka, Kamis (27/8/2020).

Anggota DPRD Sikka, NTT, Yosef Nong Soni, saat ditemui Kamis (27/8/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Soni, sapaannya, mengatakan, tenaga medis merupakan orang yang berhadapan langsung dengan para penderita DBD dan memberikan pelayanan tanpa henti di saat jumlah pasien melonjak.

Uang yang diterima tentu tidak sebanding dengan pengorbanan mereka, apalagi dana tersebut telah ditransfer Pemerintah Kabupaten Sikka, sehingga harus segera dibayarkan kepada tenaga medis.

“Saya mendapat informasi, bahwa uang jasa tersebut akan dibagikan juga kepada pihak manajemen. Masa yang tidak merawat pasien DBD juga ikut mendapatkan intensif? Ini sudah tidak benar,” sesalnya.

Soni berharap, agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, dan jangan sampai tenaga medis dikorbankan, apalagi diintimidasi karena memperjuangkan hak mereka.

Dirinya pun meminta agar para tenaga medis di RS TC Hillers tidak takut menghadapai pihak manajemen, termasuk memperjuangkan uang jasa yang menjadi hak mereka.

“Tenaga medis jangan takut memperjuangkan hak mereka. Laporkan ke DPRD bila ada ketidakwajaran dan ada intimidasi oleh pejabat siapa pun terhadap tenaga medis,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, juga membenarkan, bahwa anggaran untuk KLB DBD, termasuk untuk RS TC Hillers Maumere sudah diproses dan ditransfer ke rekening pihak rumah sakit.

Ia menambahkan, anggaran untuk penanganan Covid-19 dan KLB DBD di Kabupaten Sikka sebesar Rp500 juta, yang tersisa juga sudah ditransfer semuanya agar bisa dipergunakan untuk membayar uang jasa.

“Dana KLB DBD termasuk penanganan Covid-19 sudah kami transfer semua ke pihak rumah sakit, agar bisa segera dipergunakan sebaik mungkin, termasuk membayar uang jasa tenaga medis,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka telah menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar dengan perincian Rp 7,5 miliar untuk penanganan Covid-19 dan Rp2,5 miliar untuk pembayaran klaim KLB DBD.

Lihat juga...