UMKM Calon Penerima KUR di Babel Diverifikasi Pemerintah Daerah

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, Minggu (30/8/2020) – Foto Ant

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendata dan verifikasi UMKM calon penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu diharpakan mampu membuat penyaluran KUR menjadi lebih tepat sasaran.

Sehingga KUR bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah COVID-19. “Pendataan UMKM ini untuk meminimalisir potensi pengajuan calon debitur KUR ditolak karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan perbankan,” kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan, Minggu (30/8/2020).

Menurutnya, saat ini penyaluran KUR di Babel belum berjalan maksimal. Banyak ditemukan kendala ditemukan di lapangan dalam penyaluran bantuan stimulus melalui KUR. “Saya minta kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan atau TKSK agar melakukan pendataan secara akurat untuk meminimalisir potensi pengajuan calon debitur KUR ditolak, karena berdasarkan informasi perbankan, data yang disampaikan kerap kali tidak sesuai. Misalnya, pihak perbankan kesulitan menghubungi calon debitur dan beberapa UMKM belum melengkapi persyaratannya,” tandas Gubernur.

Oleh karena itu, dinas terkait disebut Erzaldi, dapat berkolaborasi dengan TKSK. “Jangan sampai pelaku UMKM di Babel menjadi sasaran empuk rentenir dan koperasi liar yang banyak memanfaatkan kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Di sini perlu peran aktif TKSK, untuk langsung turun langsung mendata kebutuhan pelaku UMKM di Babel. Mulai lah mendata pola usaha UMKM daerah ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Elviyena mengatakan, dana KUR yang dialokasikan pusat tahun ini senilai Rp190 triliun. “Untuk Bangka Belitung sendiri, dana KUR yang sudah diserap mencapai sekitar Rp401 miliar dan nilai ini harus kita tingkatkan lagi,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...