Unej Instensifkan U2U dengan Perguruan Tinggi Mancanegara

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Universitas Jember (Unej) terus berupaya mendorong implementasi skema kerjasama model University to University (U2U) dengan berbagai mitra perguruan tinggi di luar negeri menyusul tiga orang mahasiswanya akan melanjutkan studi S2 dan S3 ke Jepang, Korea Selatan dan Belanda.

Model skema kerjasama U2U terbukti membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa Kampus Tegalboto untuk merasakan kuliah dan riset di luar negeri, sekaligus membuka peluang studi lanjut di strata 2 (S2) dan strata 3 (S3).

Rektor Unej, Iwan Taruna mengatakan, dengan skema kerjasama U2U, maka di setiap semesternya Universitas Jember dapat mengirimkan dosen dan mahasiswa yang lolos seleksi untuk berangkat ke perguruan tinggi tujuan.

“Tentu saja skema kerjasama U2U dilandasi dengan semangat kerjasama yang saling menguntukan. Perguruan tinggi di luar negeri yang menjadi mitra kami bersedia bekerjasama melalui skema U2U dengan Universitas Jember karena menilai kita memiliki keunggulan, baik di bidang sumber daya manusia, distingtif research, dan lingkungan yang mendukung riset mereka,” ungkap Iwan di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Unej telah menjalin kerjasama beberapa perguruan tinggi di luar negeri dengan skema kerjasama U2U, antara lain Prefektural University of Hiroshima (PUH), Jepang, Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan, University Malaysia Terengganu Malaysia, Kasetsart University Thailand dan perguruan tinggi lainnya.

“Jika selama ini kerjasama dengan skema U2U lebih banyak dengan perguruan tinggi di Asia, ke depan kita ingin melebarkan sayap kerjasama dengan perguruan tinggi di wilayah Eropa, salah satunya dengan University of Oldenburg, Jerman,” imbuh Iwan Taruna.

Senada dengan Iwan, Prof. Yuli Witono yang hari itu menemani tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian yang berpamitan kepada rektor dalam rangka melanjutkan studi ke luar negeri.

Menurutnya kemampuan para peneliti dan riset tertentu yang dilakukan di Kampus Tegalboto sudah diakui oleh para koleganya sehingga memudahkan implementasi skema kerjasama U2U. Ditambah dengan lingkungan Jember, khususnya potensi pertanian dan perkebunan yang menarik peneliti luar negeri untuk melakukan riset bersama.

“Mahasiswa kita dikenal memiliki sikap adaptif, disiplin dan berdaya juang tinggi sehingga memberikan kesan yang baik selama mengikuti pertukaran mahasiswa. Dampak positifnya, banyak mahasiswa kita yang lantas ditawari untuk melanjutkan studi di luar negeri,” tutur Prof. Yuli Witono yang turut merintis skema kerjasama U2U kala menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Pertanian di tahun 2013 hingga 2017.

Menurut guru besar di Program Studi Teknologi Hasil Pangan ini, setiap semesternya ada tawaran mengirimkan tiga hingga lima mahasiswa ke perguruan tinggi mitra, namun belum bisa dipenuhi karena kendala biaya dan kesiapan mahasiswa.

Sementara itu tiga mahasiswa yang hari itu berpamitan kepada Rektor Universitas Jember menegaskan komitmennya siap berjuang menuntut ilmu. Mereka adalah Dina Mustika yang melanjutkan kuliah S3 di Hiroshima University Jepang. Kemudian ada dua mahasiswa magister, yakni Lilik Krisna Mukti di Kyungpook National University Kora Selatan, dan Yoshinta Puspitasari di Wageningen University, Belanda. Ketiganya kebetulan lulusan dari Program Studi Teknologi Hasil Pangan yang sebelumnya telah mengikuti program pertukaran pelajar di berbagai perguruan tinggi mitra Universitas Jember.

“Program pertukaran mahasiswa telah membuka wawasan kami sehingga memutuskan melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Program ini juga membuka peluang untuk bertemu dan bekerjasama dalam riset bersama para profesor terkemuka sehingga lebih mudah mendapatkan rekomendasi untuk studi lanjut,” ujar Dina Mustika yang juga telah menempuh titel magisternya di Hiroshima University.

Lihat juga...