Uniknya Citarasa Gulali-Aromanis Sempe, Kreasi Warga Brebah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Memiliki rasa dominan gurih-manis, serta bentuk yang unik, itulah Aromanis. Sering juga disebut Rambut Nenek, karena betuk atau teksturnya menyerupai rambut berwarna putih.

Pemilik usaha Aromanis Sempe asal Kadipolo Brebah Sleman Yogyakarta, Ardi Sehami saat menerangkan cara pembuatan, Sabtu (29/8/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Terbuat dari bahan baku utama tepung terigu, gula pasir serta minyak goreng, siapa yang tak mengenal kuliner jadul yang juga biasa disebut Gulali ini.

Meski merupakan makanan tradisional, namun Aromanis atau Gulali begitu digemari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Di Sleman, tepatnya desa Kadipolo Brebah, seorang pengusaha Ardi Sehami memproduksi Aromanis. Ia mengkreasikannya dengan makanan tradisional lain yakni Sempe. Sejenis vafer tradisional yang dibuat dari tepung terigu.

Untuk membuat makanan ini, ada dua proses yang harus dilakukan. Yakni membuat Sempe serta Aromanis itu sendiri.

“Sempe dibuat dadi tepung tapioka atau tepung kanji. Caranya campur tepung dengan pewarna dan soda kue menggunakan air dingin. Setelah itu tuang air panas dan diamkan selama 5 jam,” ujarnya.

Setelah adonan siap, goreng Sempe dengan menggunakan alat khusus berupa mesin press. Dinginkan dan bentuk sesuai keinginan. Sempe pun siap disajikan.

Sementara itu, Aromanis dibuat dari bahan gula ravinasi/gula putih, tepung terigu, serta minyak goreng. Pertama panaskan gula yang dicampur air dan pewarna di wajan. Aduk-aduk hingga mengental dan menjadi gulali.

Setelah dingin, campur gulali dengan tepung terigu yang telah disangrai. Bentuk dengan cara ditarik-tarik hingga menyerupai mie berukuran kecil atau rambut.

“Setelah Aromanis dan Sempe jadi tinggal digabungkan saja. Sehingga ada perpaduan antara Sempe dan Aromanis. Yakni sempe yang renyah serta gurih, dengan aromanis yang memiliki tekstur empuk dan manis,” katanya.

Lihat juga...