Warga Kampung Rawalele Bekasi Minta Tower Seluler Dipindahkan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Keberadaan tower salah satu operator seluler berdiri menumpang di atas rumah warga di Kampung Bojong Rawa Lele, RT003/013, Kelurahan Jatimakmur, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, menuai kekhawatiran warga setempat.

Mereka meminta agar izin operasional tidak diperpanjang dan dipindahkan dari lokasi tersebut. Pasalnya, keberadaannya dinilai tidak layak karena berdiri di atas rumah toko milik warga yang di sekitarnya padat penduduk.

Kang Abel, mengakui bahwa kemarin terjadi kebakaran yang disebabkan krosleting listrik hingga menghanguskan warung yang di atasnya berdiri tower operator seluler tersebut. Ia mengaku warga mulai mengadukan kekhawatiran terkait keberadaan tower tersebut.

“Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik yang berasal dari panel tegangan dari tower operator seluler yang berada di atas rumah pemilik warung kelontongan tersebut. Untung api tidak merambat ke rumah warga sekitar,” ujar Kang Abel, Minggu (2/8/2020).

Menurutnya atas kejadian kebakaran kemarin, Sabtu (1/8) kekhawatiran kian menjadi dan mereka meminta agar tower operator seluler tersebut bisa di pindahkan.

Ketua RT 003/013, Jatimakmur, Jatiasih, Kota Bekasi, Haji Atim, Minggu (2/8/2020). -Foto: M. Amin

Ketua RT 003/013, Haji Atim, di konfirmasi terpisah mengakui bahwa keluhan warga sudah ada sebelum kejadian kebakaran yang terjadi di rumah tempat tower opertor seluler tersebut berdiri.

Dia mengatakan bahwa izin pendirian tower operator seluler tersebut sudah ada sejak dirinya sebelum menjabat RT 003.

“Saya menjadi Ketua RT 003 sudah sejak 2016, tower tersebut sudah berdiri sejak saya masih sebagai Bendara RT. Sudah sepuluh tahunan lah keberadaannya,”ungkap Haji Atim.

Harapan agar tower operator seluler tersebut segera ditutup memang sudah lama diadukan warga kepada dirinya. Ia menegaskan akan segera menyampaikan ke pemilik rumah tempat berdirinya tower.

“Tapi tentu tidak sekarang, karena pemilik rumah sedang dilanda musibah kebakaran. Nantilah, ya tunggu waktu yang tempat. Tapi, nanti lebih dulu akan disampaikan di kantor Kelurahan Jatimakmur terkait aspirasi warga,”tukasnya.

Haji Atim, menambahkan kekhawatiran warga atas keberadaan tower tersebut salah satunya dikaitkan dengan barang eletronik yang banyak rusak seperti komputer, televisi atau lainnya. Hal lainnya keberadaan tower yang dinilai tidak layak karena menumpang di rumah warga.

“Kalo di tanah kosong, kemungkinan warga tidak mempersoalkan, tapi itu towernya berada di atas rumah warga,” ujarnya.

Sementara pemilik rumah yang ditumpangi tower operator seluler, Bapak Julianto, menolak memberi keterangan apa pun terkait keluhan warga atas tower tersebut. Ia mengaku masih belum bisa berpikir lainnya karena masih berduka atas musibah kebakaran yang terjadi di rumahnya kemarin.

“Urusan itu saya masih belum bisa memberi keterangan, kepala saya masih pusing karena semua barang saya hangus. Padahal kemarin baru belanja untuk mengisi warung. Saya rugi sekira lebih Rp200 jutaan akibat kebakaran kemarin. Jadi saya belum bisa memikirkan hal lain,” ujarnya di konfirmasi Cendana News.

Lihat juga...