Warga Lamsel Manfaatkan Barang Bekas Semarakkan HUT Kemerdekaan RI

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Semangat warga pedesaan di Lampung Selatan (Lamsel) untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 tetap terjaga.

Budi Setiawan, salah satu warga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut pandemi Covid-19 tidak menyurutkan rasa nasionalisme. Meski memanfaatkan barang bekas hiasan di ruas jalan desa terlihat semarak.

Budi Setiawan, warga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan melakukan pemasangan asesoris bendera dan hiasan pada ruas jalan desa, Jumat (7/8/2020) – Foto: Henk Widi

Sejumlah barang bekas yang dimanfaatkan diantaranya bola plastik kecil yang tidak terpakai dan gelas plastik. Bola warna warni tersebut dirangkai pada sejumlah tiang, pohon dipadukan dengan bendera dan umbul-umbul. Meski dalam keprihatinan pandemi Covid-19 semangat nasionalisme tetap digaungkan. Melibatkan anak-anak kecil menghias jalan desa dilakukan bergotong royong.

Penggunaan barang bekas di antaranya sisa tahun lalu disebut Budi Setiawan untuk berhemat. Sebab meski terlihat semarak namun biaya yang dikeluarkan tetap bisa diminimalisir.

Penggunaan sejumlah barang bekas sekaligus mengedukasi anak-anak untuk menjaga lingkungan. Sebab tanpa membuang sampah gelas plastik bisa dimanfaatkan untuk asesoris kemeriahan HUT Kemerdekaan RI.

“Sudah menjadi tradisi warga dusun perayaan Agustusan selalu meriah dengan menghias jalan desa memakai bendera, umbul-umbul dan asesoris dari bahan bekas namun tetap bisa menjadi penambah kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-75,” terang Budi Setiawan saat ditemui Cendana News, Kamis (7/8/2020).

Kegiatan gotong royong menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 menurut Budi Setiawan dilakukan warga. Anak anak dilibatkan membantu proses pengikatan bola memakai benang yang akan diikat pada tali. Selain mengikat bola pada benang sebagian anak anak menghiasi botol plastik bekas dengan warna merah putih. Selanjutnya gelas tersebut akan dipasang pada sejumlah ruas jalan.

Serda Sudarwanto, babinsa Koramil 421-03 Penengahan menyebut kemeriahan jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-75 telah terlihat di sejumlah desa. Kewajiban memasang bendera merah putih sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus mendatang telah dilakukan oleh warga. Namun sejumlah warga dengan berbagai kreativitas memanfaatkan barang bekas untuk hiasan.

Serda Sudarwanto, Babinsa Koramil 421-03 Penengahan Lampung Selatan membantu warga memasang asesoris memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (7/8/2020) – Foto: Henk Widi

“Semangat gotong royong, kebersamaan dan nasionalisme generasi muda semakin dipupuk dengan menghias jalan memakai asesoris menarik,” cetusnya.

Sejumlah warga yang kreatif menurut Serda Sudarwanto menghias setiap rumah dengan lampu warna warni. Saat malam hari asesoris tersebut menjadi penyemarak sepanjang bulan Agustus. Kreativitas sejumlah warga untuk HUT Kemerdekaan RI Ke-75 tetap dilakukan dengan kesederhanaan. Sebab perayaan dilakukan saat masa pandemi Covid-19.

Selain melakukan kegiatan menghias ruas jalan desa, gotong royong pembersihan jalan dilakukan masyarakat. Pembersihan jalan desa dan lingkungan dilakukan dalam semangat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penyiapan sejumlah kendi air pada sejumlah rumah menjadi sarana untuk cuci tangan pakai sabun.

Mahmud Toha, warga Dusun Banyumas, Desa Pasuruan menyebut pemanfaatan barang bekas dilakukan untuk membuat hiasan bendera. Bendera warna warni tersebut digunakan sebagai penghias pada ruas jalan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-75. Meski dalam suasana pandemi Covid-19 semangat nasionalisme tetap digaungkan.

Gelas bekas minuman yang dihias warna warni menurutnya menjadi cara mengurangi sampah plastik. Gelas plastik yang digunakan merupakan hasil proses pengumpulan selama setahun.

Penggunaan gelas minuman bekas menjadi edukasi bagi generasi muda untuk bisa menggunakan bahan daur ulang yang masih bisa dipakai dan menghemat pengeluaran uang.

Lihat juga...