Way Belerang Simpur Alternatif Destinasi Wisata Husada di Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Meningkatkan stamina untuk menjaga daya tahan tubuh dari penyakit bisa diperoleh dengan terapi kesehatan. Tidak hanya ke pakar kesehatan, untuk terapi juga dapat dilakukan dengan mengunjungi destinasi wisata air panas belerang atau dalam bahasa Lampung way panas.

Basroni, salah satu warga Desa Kecapi lokasi destinasi wisata itu mengaku kunjungan meningkat saat akhir pekan. Way belerang Simpur berada di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel). Salah satu gunung aktif tersebut mengeluarkan sejumlah mata air panas di sejumlah titik. Di antaranya di Desa Sukamandi dan Kelurahan Kalianda, sebagian keluar di Desa Way Muli di Kecamatan Rajabasa dan way belerang Simpur salah satunya.

Akses masuk destinasi wisata way belerang Simpur berjarak sekitar empat kilometer dari jalan provinsi. Akses jalan beraspal dan jalan setapak dari semen memudahkan pengunjung menjangkau lokasi.

“Warga yang datang kerap ingin melihat dari dekat mata air panas yang merupakan salah satu gejala alami dari perut bumi melalui Gunung Rajabasa memiliki kandungan sulfur dan berfungsi untuk obat tradisional bagi kulit dan juga kesehatan tubuh,” terang Basroni saat ditemui Cendana News, Minggu (30/8/2020).

Pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp5.000 untuk motor dan Rp15.000 untuk mobil. Biaya parkir yang cukup terjangkau tersebut sebanding dengan khasiat yang bisa diperoleh di way belerang.

Terapi kesehatan dari air belerang bisa dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama pengunjung  berendam pada air belerang yang mengalir secara alami dari perut bumi pada sejumlah kolam yang terbentuk. Tahap kedua terapi kesehatan bisa dilakukan dengan mandi memakai sabun air belerang.

“Saya membuat sabun dari endapan belerang yang bisa dibeli mulai harga Rp5 ribu untuk mandi di rumah,” terang Basroni.

Bagi sebagian wisatawan yang berkunjung,mandi air panas kerap diiringi dengan merebus telur. Telur ayam dan bebek yang dibawa akan matang saat dimasukkan dalam lubang yang mendidih. Khasiat untuk kesembuhan penyakit kulit bisa juga diperoleh oleh pengunjung dengan meminum air belerang yang sudah jernih.

Menambang belerang dengan sistem tradisional dilakukan Basroni untuk membuat sabun. Ia mengemas belerang yang telah dibekukan lalu dicetak menyerupai sabun. Selain dijual kepada pengunjung ia juga mengirim belerang yang telah dicetak tersebut ke sejumlah produsen kosmetik.

“Selain dari uang masuk ke lokasi warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menambang belerang,” terang Basroni.

Keyakinan khasiat air belerang untuk menjaga stamina tubuh membuat sejumlah wisatawan kerap datang. Suradi salah satunya, warga Desa Sukabaru,Kecamatan Penengahan itu mengaku ingin merasakan sensasi berendam dan mandi air hangat Way Belerang Simpur.

“Perpaduan rasa dingin udara pegunungan dengan kehangatan way belerang, bisa mengurangi rasa penat dan lelah tubuh,” terangnya.

Suradi juga menyebut kehangatan way belerang bisa menjadi terapi rematik. Aliran air yang mengalir ke sungai kecil bisa digunakan untuk berendam dalam waktu lama. S

Pengunjung lain bernama Herlina mengaku mendatangi objek wisata way belerang Simpur cukup tepat. Sebab saat masa pandemi Covid-19 objek wisata alam yang sunyi bisa jadi alternatif. Tanpa banyak berinteraksi dengan banyak orang melakukan terapi kesehatan dengan air panas bisa menjaga daya tahan tubuh. Selain terapi untuk kesehatan tubuh, kesejukan udara pegunungan bagus untuk pernapasan.

Lihat juga...