12 Koperasi Dibentuk di Kampung Prioritas Jakarta

Perajin menyelesaikan pembuatan tas di kawasan Manggarai, Jakarta, Jumat (4/9/2020). -Ant

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk koperasi di 12 kampung prioritas, dengan harapan untuk membangun dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

“Ada pun tujuan didirikan koperasi berbadan hukum ini antara lain diharapkan dapat membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya di kampung prioritas tersebut,” kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI, Sri Haryati, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Untuk koperasi di 12 kampung prioritas akan berada di:
1. Koperasi Konsumen Akuarium Bangkit Mandiri di Kampung Akuarium
2. Koperasi Konsumen Kumir Pinangsia Sejahtera di Kampung Kumir
3. Koperasi Konsumen Komunitas Anak Kali Ciliwung di Kampung Lodan, Kampung Tongkol dan Kampung Kerapu
4. Koperasi Konsumen Marlina Maju Bersama di Kampung Marlina
5. Koperasi Konsumen Elektrojaya Makmur di Kampung Elektro
6. Koperasi Konsumen Gedung Pompa Mandiri Sejahtera di Kampung Pompa
7. Koperasi Konsumen Kampung Rawamakmur di Kampung Rawa Barat dan Rawa Timur
8. Koperasi Konsumen Kampung Muka Mandiri di Kampung Muka
9. Koperasi Konsumen Langkong Bersinar di Kampung Lengkong.

Program pembentukan koperasi di 12 kampung prioritas ini merupakan terobosan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, yang juga salah satu dari tiga jurus untuk memulihkan aktivitas ekonomi khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan salah satu sektor paling terkena dampak wabah Covid-19.

“Ada tiga hal yang kami lakukan, yakni pembentukan koperasi di kampung prioritas, lalu melakukan relaksasi pemberian izin usaha mikro kecil (IUMK), kemudian pemberian kredit pemula dan penyaluran dana PEN (penyelamatan ekonomi nasional) dari Bank DKI,” ujar Sri.

Sri menjelaskan, program relaksasi pemberian IUMK merupakan terobosan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI. Program relaksasi ini diwujudkan dalam bentuk layanan jemput bola kepada pelaku UMK dengan memanfaatkan layanan antar jemput izin bermotor (AJIB) dan simplifikasi persyaratan perizinan.

“Sejak dimulainya program relaksasi ini, pemberian IUMK dari 6 Juli 2020 sampai 8 September 2020, tercatat sebanyak 43.950 IUMK yang diterbitkan bagi pelaku usaha di Jakpreneur dan nonbinaan,” ucap Sri.

Sri menyebut, ini meningkat cukup baik karena IUMK yang diterbitkan dari Januari hingga 6 Juli 2020 atau sebelum dimulainya program ini, hanya sebanyak 6.952 dengan jalur yang biasa. Kemudian, jumlah IUMK tersebut meningkat signifikan sejak adanya program relaksasi pemberian IUMK, mencapai angka 43.950.

“Jadi, untuk 2020 saja sudah diterbitkan 50.902 IUMK dengan omzet yang dicatat oleh pelaku UMK sebesar Rp369 miliar,” tutur dia.

Sementara untuk pemberian kredit pemula melalui 25 Jakpreneur dan penyaluran dana PEN oleh Bank DKI. Ini merupakan program yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMK, sebagai tambahan modal kerja maupun investasi.

“Pada periode September terdapat 153 UMK yang dalam proses pengajuan kredit modal kerja dengan total penyaluran sebesar Rp38,8 miliar. Angka ini akan terus bertambah, kita semua berupaya agar kredit ini bisa dimanfaatkan oleh semua UMK yang ada di Jakarta,” kata Sri menambahkan. (Ant)

Lihat juga...