146 Santri Pondok di Kebumen Jalani Tes Swab

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

KEBUMEN — Sebanyak 146 santri pondok pesantren di Kabupaten Kebumen menjalani swab test, setelah 52 orang teman santrinya dinyatakan positif Covid-19. Swab test dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soedirman (RSDS) Kebumen.

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, para santri tersebut dijemput oleh tim gugus tugas untuk menjalani swab test di RSDS

“Penanganan selanjutnya untuk kasus positif Covid-19 di lingkungan pondok pesantren, kita mulai melakukan pemasangan tenda untuk posko dan sebanyak 146 santri kita jemput untuk melakukan swab test,” jelasnya, Kamis (24/9/2020).

Lebih lanjut Cokro Aminoto mengatakan, beberapa torn cuci tangan juga mulai dipasang di lingkungan pondok, termasuk pendirian dapur umum. Sebab, selama 14 hari pondok pesantren tersebut akan memberlakukan lockdown lokal.

“Kita berharap, jika ada santri pondok yang merasa kurang sehat, segera lapor kepada petugas yang berjaga di lokasi pondok, supaya dilakukan penanganan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, angka positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen kembali mengalami penambahan, yaitu 11 kasus dan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 2 orang.

“Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia yaitu SNA (73) perempuan dan GW (62) laki-laki. Ada satu pasien yang sudah meninggal dunia seminggu lalu, namun hasil laboratorium pemeriksaan swab baru keluar dan dinyatakan positif,” terangnya.

Dengan adanya penambahan 11 kasus positif Covid-19 tersebut, maka sampai hari ini jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kebumen sudah mencapai 418 orang. Dari jumlah tersebut yang masih menjalani perawatan cukup banyak, yaitu ada 136 orang dan yang meninggal dunia total ada 13 orang.

Melihat munculnya klaster pondok pesantren di Kebumen yang jumlahnya cukup banyak ini, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kabupaten Kebumen, Fachrudin Achmad Nawawi mengusulkan untuk membentuk tim jogo santri yang bertujuan untuk mengontrol kondisi para santri di pondok pesantren.

Setiap pondok pesantren diminta untuk membentuk tim jogo santri dan setiap hari bertugas memantau kondisi kesehatan para santri, sekaligus mengawasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Sistem kerjanya seperti jogo tonggo yang merupakan program Pemprov Jateng, hanya saja dilakukan dilingkungan pondok pesantren.

“Jadi tim jogo santri ini bertugas untuk memastikan semua santri sudah menggunakan masker dalam melakukan aktivitas di pondok, kemudian mereka juga tertib menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah mengikuti kegiatan ataupun beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

Lihat juga...